Di Tengah Arus Informasi, Prabowo Ingin Pramuka Terus Membina Mahasiswa

Derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi menjadi alasan penguatan Pramuka dinilai semakin penting bagi generasi muda. Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembinaan itu berlanjut hingga perguruan tinggi agar mahasiswa tetap memiliki ruang pembentukan karakter.

Prabowo menilai Indonesia membutuhkan Pramuka yang kuat dan aktif untuk menjawab tantangan yang terus berubah. Kepramukaan diharapkan membantu anak muda memegang disiplin, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Pramuka Harus Menyesuaikan Zaman

Nilai dasar Pramuka disebut tetap relevan meski kehidupan generasi muda bergerak cepat. Namun, Gerakan Pramuka juga diminta berkembang agar lebih dekat dengan kebutuhan dan keseharian anak muda Indonesia.

Penyesuaian tersebut tidak dimaksudkan untuk menghapus fondasi kepramukaan. Prabowo menekankan pentingnya mempertahankan nilai yang membentuk kepedulian sosial dan keberanian melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut laporan detik.com, Prabowo melihat tantangan generasi muda kini berbeda dari masa sebelumnya. Kondisi itu membuat pembinaan karakter perlu diperkuat melalui ruang belajar yang tidak terbatas pada pendidikan formal.

“Karena itu saya percaya Indonesia membutuhkan Pramuka. Sekarang lebih dari sebelumnya kita membutuhkan Pramuka yang kuat dan aktif,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Pembinaan Tidak Berhenti Setelah Sekolah

Prabowo meminta pembinaan Pramuka dilakukan berkelanjutan dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Kampus dipandang penting karena masa kuliah merupakan kelanjutan perjalanan pemuda setelah menyelesaikan pendidikan sekolah.

Ia menilai karakter tidak terbentuk hanya dalam waktu singkat. Proses itu membutuhkan latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik, selain materi yang diperoleh peserta didik di kelas.

“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas,” kata Prabowo. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan langsung dan pembiasaan nilai tetap dibutuhkan dalam pendidikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diminta memberi perhatian terhadap penguatan ini. Keterlibatan lintas jenjang dipandang penting agar pembinaan pemuda tidak berhenti ketika siswa lulus dari sekolah.

Bagian dari Pendidikan Pemuda

Prabowo menegaskan Pramuka tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Ia menginginkan kepramukaan menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

“Saya ingin tegaskan, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Arah tersebut menempatkan patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai nilai yang perlu dibangun pada pemuda. Patriotisme berkaitan dengan kepedulian terhadap bangsa, sedangkan kegigihan membantu generasi muda menghadapi kesulitan tanpa mudah menyerah.

Empati diperlukan agar anak muda mampu memberi manfaat bagi sesama dan masyarakat. Nilai-nilai itu menjadi bagian dari rancangan pembinaan pemuda Indonesia yang disusun bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pidato Prabowo dibacakan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thorir dalam upacara di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026). Melalui penguatan hingga kampus, Pramuka diharapkan menjadi wadah yang dibanggakan mahasiswa untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan menguji keberanian.

Baca Juga