Prabowo Buka Opsi Dokter Terbang, Pertolongan Darurat Ditargetkan Tiba ke Lokasi Pasien

Presiden Prabowo Subianto membuka opsi mengirim dokter langsung ke lokasi warga yang sakit keras di wilayah sulit dijangkau. Gagasan tim dokter terbang itu melengkapi rencana penyediaan ambulans udara untuk menangani keadaan darurat medis.

Skema tersebut dapat digunakan ketika perjalanan pasien menuju rumah sakit berisiko memakan waktu terlalu lama. Tenaga medis dapat diterbangkan ke lokasi agar pertolongan awal tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan jalan darat.

“Untuk itu kita harus cari terobosan, salah satu jalan ada ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang,” kata Prabowo. Ia menambahkan, “Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras.”

Lebih dari Sekadar Membawa Pasien

Rencana tim dokter terbang memperluas fungsi layanan medis udara yang disiapkan pemerintah. Armada tidak hanya diproyeksikan untuk memindahkan pasien, tetapi juga mendukung penanganan medis di titik warga membutuhkan bantuan.

Helikopter dan pesawat kecil akan digunakan dalam layanan tersebut. Keduanya dipilih karena dapat menjangkau lokasi yang tidak selalu mempunyai landasan maupun akses transportasi memadai.

Prabowo menyebut pesawat dan helikopter itu dirancang dapat mendarat di lapangan rumput, pasir, hingga area sungai. Kemampuan tersebut diperlukan untuk menjangkau warga di kawasan yang sulit didatangi kendaraan biasa.

“Negara harus hadir sedekat mungkin dengan rakyat,” ujar Prabowo saat menjelaskan rencana ambulans udara. Ia menyatakan layanan itu diharapkan mencegah warga gagal dievakuasi ketika mengalami sakit.

Jarak Menjadi Ancaman saat Darurat

Rencana ini berangkat dari persoalan akses kesehatan di sejumlah daerah terpencil. Jarak tempuh yang panjang serta keterbatasan infrastruktur dapat membuat pasien terlambat menerima pertolongan medis.

Prabowo menyinggung laporan tentang ibu-ibu yang meninggal ketika melahirkan karena harus menempuh perjalanan tujuh sampai sembilan jam. Jalan yang buruk dan tidak adanya jembatan yang layak disebut menjadi hambatan dalam situasi tersebut.

“Pada saat sudah waktu mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan baik, karena tidak ada jembatan bagus, akhirnya ibu-ibu harus meninggal,” kata Prabowo. Kondisi itu menunjukkan pentingnya jalur pertolongan medis darurat yang dapat menembus hambatan geografis.

Rincian Armada Belum Disampaikan

Prabowo menyampaikan rencana layanan udara itu dalam Penyampaian Pengantar Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pernyataannya juga diberitakan Detik Finance.

Pemerintah belum menjelaskan jumlah helikopter dan pesawat kecil yang akan disiapkan. Lokasi penempatan armada serta jadwal pengadaannya juga belum dirinci dalam pemaparan tersebut.

Meski rincian operasionalnya belum diumumkan, arah rencana itu jelas menyasar warga yang sulit mencapai fasilitas kesehatan lewat jalur darat. Ambulans udara dan dokter terbang diposisikan sebagai pilihan untuk mempercepat evakuasi maupun penanganan pasien di lokasi.

Baca Juga