Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Rapat terbatas pada Kamis (23/7) itu menyoroti dua fungsi besar koperasi, yaitu penyaluran subsidi dan penyerapan hasil pertanian.
Agenda tersebut melibatkan kementerian serta lembaga dari bidang keuangan, energi, pertanian, pendidikan tinggi, BUMN, hingga pengawasan keuangan. Kehadiran lintas sektor menandakan pelaksanaan program koperasi ini berkaitan dengan lebih dari satu kebijakan pemerintah.
Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi pembeli atau offtaker saat harga komoditas pertanian berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah. Fungsi itu dapat digunakan untuk menyerap gabah, jagung, dan produk pertanian lainnya dalam jumlah besar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menerangkan bahwa koperasi dapat menjadi pembeli ketika harga komoditas jatuh di bawah ketentuan pemerintah. Peran itu diarahkan untuk menampung produk pertanian yang harga acuannya sudah ditetapkan.
“Nomor dua, dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” ujar Zulkifli Hasan.
Subsidi diarahkan melalui koperasi desa
Pemerintah juga menyiapkan Kopdes Merah Putih sebagai saluran bagi seluruh barang subsidi. Prabowo menekankan jalur tersebut agar bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat yang memang berhak.
Menurut Prabowo, masih terdapat persoalan dalam distribusi yang menyebabkan sebagian barang bersubsidi tidak sampai kepada penerima. Karena itu, ia menegaskan barang subsidi milik rakyat tidak boleh diperdagangkan.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7). Ia meminta penyaluran subsidi melalui koperasi desa dijalankan sebagai kewajiban.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus,” kata Prabowo.
Daftar pejabat yang hadir
Para menteri mulai berdatangan ke kompleks Istana sejak pukul 12.00 WIB. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa rapat terbatas itu membahas koperasi.
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Ferry Juliantono | Menteri Koperasi |
| Purbaya Yudhi Sadewa | Menteri Keuangan |
| Bahlil Lahadalia | Menteri ESDM |
| Andi Amran Sulaiman | Menteri Pertanian |
| Brian Yuliarto | Mendikti Saintek |
| Donny Oskaria | Kepala BP BUMN |
| Yusuf Ateh | Kepala BPKP |
Selain itu, hadir pula sejumlah menteri koordinator dalam rapat tersebut. Mereka ialah Pratikno, Yusril Ihza Mahendra, Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono, Djamari Chaniago, serta Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Keterlibatan Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Pertanian, dan pimpinan BUMN menunjukkan pembahasan tidak hanya berfokus pada pengelolaan koperasi. Program ini juga menyentuh penyaluran barang bersubsidi, sektor pertanian, serta kebutuhan pengawasan keuangan.
Pembahasan berlanjut di Istana
Rapat pada Kamis bukan pembahasan pertama mengenai Kopdes Merah Putih di lingkungan pemerintahan. Prabowo sebelumnya telah menggelar rapat serupa pada Rabu (15/7) untuk membahas program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran itu.
Pengulangan agenda tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah memberi perhatian khusus pada rancangan peran koperasi. Dua mandat yang dibicarakan tetap sama, yaitu memastikan penyaluran subsidi dan menyediakan fungsi pembelian bagi hasil pertanian.
CNN Indonesia melaporkan rapat terbaru kembali memusatkan pembahasan pada pengembangan Kopdes Merah Putih bersama kementerian dan lembaga terkait. Pelaksanaan kedua fungsi tersebut menjadi bagian penting dari arah program koperasi yang sedang disiapkan pemerintah.






