Polisi Selidiki Jejak Jesslyn Wijaya di Luar Jakarta Meski Laporan Sudah Dicabut

Polisi menelusuri kemungkinan keberadaan Jesslyn Wijaya Lay di luar Jakarta di tengah belum jelasnya fakta dugaan penculikan yang dilaporkan. Pencabutan laporan oleh pelapor tidak mengubah langkah penyidik untuk mencari Jesslyn dan memastikan ada tidaknya tindak pidana.

Petunjuk yang masuk mencakup informasi dugaan perjalanan melalui Semarang menuju Malaysia pada 14 Juli 2026. Ada pula laporan bahwa perangkat telepon yang diduga milik Jesslyn sempat terdeteksi di kawasan Puri Jimbaran.

Informasi Lokasi Belum Menjadi Kepastian

Kepolisian belum memastikan bahwa informasi perjalanan maupun deteksi perangkat telepon tersebut berkaitan langsung dengan Jesslyn. Seluruh petunjuk masih diperiksa untuk memperjelas keberadaan dan rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Jesslyn disebut tidak dapat dihubungi oleh keluarga dan teman sejak peristiwa yang dilaporkan terjadi. Telepon seluler yang diduga digunakannya juga dilaporkan tidak bisa diakses.

Penyidik telah memeriksa rumah Jesslyn serta meminta keterangan dari orang tuanya. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi juga telah dikumpulkan.

WaktuKeteranganTindak Lanjut
13 Juli 2026, sekitar 19.45 WIBDugaan pembawaan paksa di restoran Mangga BesarCCTV dan keterangan saksi diperiksa.
14 Juli 2026Informasi perjalanan melalui Semarang ke MalaysiaMasih diverifikasi penyidik.
19 JuliPelapor NA mencabut laporanPenyelidikan tetap diteruskan.

Pencabutan Laporan Tidak Mengakhiri Perkara

Pelapor berinisial NA, yang disebut sebagai rekan Jesslyn, mencabut laporan di Polres Metro Jakarta Pusat pada Minggu, 19 Juli. Laporan sebelumnya terdaftar dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menegaskan penyelidikan belum dihentikan. Kepolisian masih mengumpulkan fakta dan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

“Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut,” ujar Roby. Keterangan itu disampaikan pada Selasa, 21 Juli.

Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan apakah Jesslyn menjadi korban tindak pidana atau pergi atas keputusan pribadi. Sampai saat itu, polisi menyatakan pencarian dan pendalaman fakta masih berlangsung.

Keterangan Awal dari Pihak Keluarga

Andi Darti selaku kuasa hukum keluarga mengatakan Jesslyn menghadiri perayaan ulang tahun keluarga di restoran kawasan Mangga Besar pada Senin, 13 Juli. Dugaan peristiwa terjadi sesaat sebelum perayaan dimulai.

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima pihak pelapor, Jesslyn diduga ditutup matanya dan dibawa dua pria bertubuh besar ke mobil hitam. Ia disebut sempat berteriak meminta pertolongan.

Jesslyn juga disebut berusaha keluar dari kendaraan tersebut. Namun, keterangan yang diterima keluarga menyebut ia kembali dimasukkan ke mobil sebelum kendaraan itu pergi.

Kepolisian menyebut terdapat keterangan bahwa Jesslyn didatangi lima orang di restoran. Kelompok tersebut diduga membawa Jesslyn keluar dari tempat perayaan keluarga.

Perbedaan informasi mengenai jumlah orang yang berada di lokasi menjadi bagian dari fakta yang masih didalami penyidik. Polisi belum menarik kesimpulan akhir mengenai dugaan pembawaan paksa maupun lokasi Jesslyn saat ini.

Baca Juga