Atmosfer playoff Asia Persib Bandung akan berubah drastis saat Manila Digger datang pada 31 Agustus. Stadion Gelora Bandung Lautan Api harus steril dari penonton karena banding Persib atas sanksi AFC telah ditolak.
Keputusan Komite Banding AFC membuat satu pertandingan kandang tanpa penonton langsung diberlakukan. Persib tetap harus mengejar hasil di AFC Champions League 2 2026/27 tanpa sokongan suporter dari tribun.
Putusan Dikeluarkan pada 13 Agustus
Komite Banding AFC memublikasikan putusan perkara VVC 20260513DC13 pada 13 Agustus 2026. Isi dokumen itu menyatakan seluruh banding Persib Bandung ditolak.
Dalam putusan tersebut, AFC menuliskan, “Banding Persib Bandung (IDN) terhadap keputusan VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya.” Artinya, tidak ada perubahan atas hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh Komite Disiplin AFC.
Selain larangan kehadiran penonton, Persib diwajibkan membayar denda sebesar USD 200.000. AFC memberikan batas waktu 30 hari sejak keputusan disampaikan untuk penyelesaian pembayaran itu.
| Komponen sanksi | Rincian | Ketentuan AFC |
|---|---|---|
| Denda | USD 200.000 | Dilunasi maksimal 30 hari |
| Hukuman kandang | 2 laga tanpa penonton | Satu langsung berlaku, satu ditangguhkan |
Hukuman Kedua Masih Mengintai
Satu laga kandang tanpa penonton lainnya ditempatkan dalam masa percobaan selama dua tahun. Penangguhan ini merujuk pada Pasal 34.1 dan 34.3 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Jika terdapat pelanggaran serupa sepanjang masa itu, AFC dapat mencabut penangguhan dan menjalankan hukuman kedua. Pelanggaran baru juga dapat dikenai sanksi tambahan secara terpisah.
Dengan ketentuan tersebut, Persib bukan hanya menghadapi konsekuensi pada pertandingan kontra Manila Digger. Klub juga perlu menjaga pelaksanaan laga kandang berikutnya agar tidak memicu pemberlakuan hukuman yang masih tertunda.
Insiden Terjadi Seusai Duel Ratchaburi
Sanksi ini berhubungan dengan kericuhan suporter setelah leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 2025/26. Peristiwa tersebut terjadi di GBLA pada 18 Februari seusai Persib bertanding melawan Ratchaburi.
Persib menang 1-0 dalam laga itu, tetapi gagal melanjutkan perjalanan karena sebelumnya kalah 0-3 pada leg pertama. Agregat 1-3 membuat Persib tersingkir dari kompetisi.
Komite Disiplin AFC kemudian menilai klub melanggar Pasal 64 dan 65 Kode Disiplin serta Pasal 35 regulasi dan keamanan AFC. Dari perkara tersebut lahir denda besar dan larangan penonton yang kini harus dijalani.
Laga melawan Manila Digger menjadi ujian langsung bagi Persib untuk tampil dalam situasi yang tidak biasa. Di tengah target melaju di kompetisi Asia, klub harus memenuhi seluruh ketentuan disiplin yang masih berlaku.






