PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperoleh fasilitas pembiayaan nonkas hingga US$75 juta tanpa perlu menjaminkan aset. Fasilitas dari PT Bank Mizuho Indonesia itu memperkuat dukungan pembiayaan bagi operasi serta ekspansi proyek panas bumi perusahaan.
Pemberian fasilitas dengan skema clean basis menjadi penanda kepercayaan bank terhadap PGE. Skema tanpa agunan tersebut memberi perusahaan tambahan fleksibilitas dalam menyiapkan kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
Fasilitas baru ini hadir ketika PGE menyiapkan pengembangan kapasitas panas bumi yang besar. Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang kelolaan mandiri mencapai 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034.
Target kapasitas tersebut membutuhkan kesinambungan investasi dan akses kepada berbagai instrumen pembiayaan. PGE menjalankan strategi pendanaan sehat dan prudent, termasuk melalui kolaborasi dengan institusi keuangan internasional.
Perjanjian dengan Bank Mizuho Indonesia
Kerja sama ini dicatat dalam Trade Facility Agreement antara PGE dan Bank Mizuho Indonesia. Penandatanganan berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, pada Kamis (23/7).
Perjanjian tersebut menggunakan bentuk omnibus facility tanpa komitmen. Dengan bentuk ini, PGE memperoleh cakupan layanan pembiayaan dan perdagangan yang tidak terbatas pada satu instrumen.
| Aspek Fasilitas | Rincian |
|---|---|
| Nilai maksimum | US$75 juta |
| Skema | Pembiayaan nonkas dengan clean basis |
| Agunan | Tidak memerlukan jaminan aset |
| Instrumen perdagangan | Bank garansi, SBLC, dan L/C impor |
| Instrumen pembiayaan | APF dan fasilitas pinjaman berulang |
Instrumen yang tersedia mencakup bank garansi, Standby Letter of Credit atau SBLC, serta Letter of Credit untuk impor. PGE juga dapat mengakses Account Payable Financing dan fasilitas pinjaman berulang dalam cakupan perjanjian tersebut.
Susunan fasilitas ini mendukung kebutuhan transaksi perusahaan sekaligus menyediakan pilihan pembiayaan sesuai kebutuhan. PGE menilai kerja sama itu dapat memperluas akses dana tanpa mengurangi fleksibilitas pengelolaan pembiayaan.
Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat menyatakan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis bagi perusahaan. Ia menilai dukungan Bank Mizuho Indonesia akan membantu memperkuat fleksibilitas pembiayaan dalam agenda pertumbuhan jangka panjang.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini,” ujar Fransetya dalam siaran pers. Ia mengatakan dana tersebut akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE pada masa mendatang.
PGE menyandang posisi sebagai produsen panas bumi terkemuka dunia dan pusat keunggulan panas bumi. Penguatan pembiayaan dipandang penting agar investasi dapat terus berjalan seiring rencana pengembangan portofolio perusahaan.
Percepatan investasi panas bumi juga berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan dan swasembada energi Indonesia. Pengembangan sektor ini menjadi bagian dari dorongan menuju transisi energi nasional.
Komitmen terhadap Energi Bersih
Direktur Marketing Bank Mizuho Indonesia Heru Gautama Hatman menyebut kerja sama ini sebagai komitmen bank untuk mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Ia menilai fasilitas tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan PGE.
“Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi,” kata Heru. Ia menyatakan ambisi itu diarahkan untuk Indonesia maupun panggung global.
Bank Mizuho Indonesia adalah bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang. Keterlibatan bank ini menambah jaringan pendukung pembiayaan hijau yang telah dibangun PGE lewat instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama internasional.
Bagi PGE, fasilitas tanpa agunan ini menjadi salah satu fondasi untuk menjaga ritme investasi panas bumi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia.






