Pertemuan Kedua di Bengkel Berakhir Berdarah, Tiga Pria Sampang Sama-Sama Terluka

Pertemuan kedua tiga pria di depan bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, berakhir dengan luka pada seluruh pihak. Perkelahian yang melibatkan S, HR, dan H itu menggunakan senjata tajam.

S, seorang pria berusia 60 tahun, mengalami luka di tangan kanan dan bagian belakang kepala. HR terluka pada tangan kanan, sedangkan H mengalami luka pada paha kanan dan siku kanan setelah terjatuh.

Bentrokan terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Bengkel yang menjadi lokasi perkelahian terakhir disebut merupakan milik S.

InisialUsiaBagian yang Terluka
S60 tahunTangan kanan dan belakang kepala
HR51 tahunTangan kanan
H44 tahunPaha kanan dan siku kanan

Konflik Berlanjut Setelah Pertikaian Awal

Sebelum terjadi duel di bengkel, S dan HR telah lebih dahulu terlibat perkelahian di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran. Perkelahian awal itu dilakukan dengan menggunakan kayu.

Seorang saksi sempat melerai S dan HR. Namun, perselisihan tidak berhenti karena H kemudian mengajak HR mencari S.

Ketiga orang tersebut akhirnya kembali berhadapan di bengkel milik S. Pada pertemuan inilah perkelahian meningkat menjadi bentrokan menggunakan senjata tajam.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan bahwa konflik bermula dari insiden sepeda motor. S saat itu mengendarai sepeda motor di Jalan Dusun Jablung dan berpapasan dengan HR.

HR diduga sengaja menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S. Dugaan benturan tersebut memicu cekcok sebelum keduanya terlibat perkelahian dengan kayu.

Domisili Para Pihak

S merupakan warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang. HR dan H berasal dari Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.

AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan informasi mengenai kronologi dan luka para pihak kepada detikcom. Keterangan itu memperlihatkan bahwa pertikaian berlangsung dalam dua tahap, yakni di jalan dan kemudian di depan bengkel.

Tahap pertama berakhir setelah seorang saksi memisahkan S dan HR. Tahap berikutnya terjadi ketika H dan HR mendatangi lokasi S berada.

Seluruh orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut mengalami luka dengan kondisi yang berbeda. Perkara ini berawal dari perselisihan di jalan, lalu berkembang menjadi perkelahian yang lebih serius di Desa Masaran.

Baca Juga