Peringatan tsunami setinggi hingga satu meter sempat dikeluarkan setelah gempa magnitudo 7,1 mengguncang wilayah selatan Jepang. Di tengah ancaman susulan, lantai dua sebuah kompleks perbelanjaan di Kota Kashima runtuh dan menjebak banyak orang.
Gempa tersebut juga memicu laporan kebakaran, pemadaman listrik, jalan retak, dan jembatan rusak di sejumlah lokasi. Otoritas masih menghimpun informasi mengenai jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan.
Mal Runtuh Menjadi Dampak Serius
Dinas pemadam kebakaran Jepang melaporkan banyak orang berada dalam jebakan setelah lantai dua kompleks perbelanjaan di Kashima ambruk. Belum ada rincian resmi mengenai jumlah mereka maupun kondisi terkini di dalam bangunan tersebut.
Selain mal di Kashima, setidaknya 12 rumah dilaporkan roboh akibat guncangan. Kerusakan bangunan terjadi bersamaan dengan gangguan pada layanan publik dan infrastruktur di kawasan terdampak.
| Jenis Dampak | Rincian Laporan |
|---|---|
| Korban | Sejumlah orang dilaporkan terluka, sementara jumlah warga terjebak belum dirinci. |
| Bangunan | Setidaknya 12 rumah ambruk, termasuk lantai dua mal di Kashima. |
| Listrik | Sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas di Kumamoto tidak mendapat aliran listrik. |
| Gempa susulan | Terjadi susulan berkekuatan antara magnitudo 3 hingga 4. |
Guncangan Terjadi Sore Hari
Gempa terjadi di Prefektur Kumamoto bagian selatan pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat. Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Kyushu, dengan kerusakan jalan dan jembatan turut dilaporkan.
NHK menayangkan sejumlah titik kebakaran, retakan jalan, serta jembatan yang mengalami kerusakan. Gambaran itu memperlihatkan dampak gempa menyentuh permukiman, fasilitas komersial, dan jalur infrastruktur sekaligus.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah sedang menilai besarnya kerusakan dan cedera. Ia menyebut sudah ada informasi mengenai beberapa orang yang terluka dalam bencana tersebut.
“Kami masih menilai seberapa besar cedera dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberi informasi bahwa sudah ada beberapa korban luka,” kata Takaichi seperti dikutip AFP. Menurutnya, kebakaran dan pemadaman listrik juga muncul di beberapa daerah.
45.000 Rumah Tangga Kehilangan Listrik
Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 45.000 rumah tangga serta fasilitas di Kumamoto mengalami pemadaman listrik. Gangguan pasokan ini menambah tekanan bagi warga dan layanan publik setelah guncangan utama.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak terdapat anomali langsung pada pembangkit listrik tenaga nuklir setempat. Pemantauan tersebut tetap menjadi perhatian, mengingat pengalaman Jepang menghadapi dampak gempa dan tsunami pada 2011.
Kerawanan Gempa Jepang
Jepang berada di sepanjang Cincin Api, kawasan dengan aktivitas seismik tinggi. Negara itu menyumbang sekitar 18 persen gempa bumi global berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih.
Pada 2011, gempa bawah laut berkekuatan 9,0 memicu tsunami yang menyebabkan sekitar 18.500 orang meninggal atau hilang. Peristiwa tersebut juga menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima dan menjadi alasan pentingnya pemantauan menyeluruh setiap kali gempa besar terjadi.






