Setelah Peringatan Dicabut, Ancaman Susulan dari Sesar di Utara Flores Tetap Dipantau

Peringatan tsunami setelah gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur telah diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB. Namun, pemantauan gempa susulan dan dinamika tinggi muka laut tetap berjalan secara waktu nyata.

BMKG menyatakan tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan warga pesisir terdampak. Masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi menyusul aktivitas susulan setelah guncangan besar.

Puluhan Gempa Susulan Tercatat

Hingga pukul 07.00, BMKG mencatat 37 gempa susulan. Magnitudo gempa-gempa tersebut berkisar antara 3,6 hingga 6,2.

Gempa susulan berkekuatan M 6,2 terjadi pada pukul 06.13 WITA. Pusatnya berada sekitar 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 10 kilometer.

Warga diimbau tetap tenang serta menjauhi bangunan yang mengalami retakan. Pemeriksaan kondisi bangunan diperlukan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.

PeristiwaWaktuLokasi atau Keterangan
Gempa utama04.58 WIBM 7,7, sekitar 30 km timur laut Nagekeo
Gempa berikutnya06.13 WITAM 6,2, sekitar 46 km timur laut Labuan Bajo

Pusat Gempa di Laut Dekat Nagekeo

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, episenternya berada di laut pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur.

Titik gempa tersebut berjarak sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Getaran besar di kawasan ini kembali mengarahkan perhatian pada sumber gempa aktif di utara Flores.

Flores Back-Arc Thrust dan Risiko Tsunami

BMKG mengaitkan gempa M 7,7 dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores. Sistem patahan aktif itu terletak di dasar Laut Flores, di sebelah utara Pulau Flores.

Sesar tersebut terbentuk dalam kaitannya dengan proses subduksi dan pertemuan lempeng. Kondisi itu turut menjadikan Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memiliki sejumlah sumber aktivitas seismik.

Kajian Numerical Modelling of the Potential Hazard Due to Future Flores Back Arc Thrust Earthquake Generated Tsunami oleh Wahyudi dan rekan-rekan menyebut jalurnya membentang dari utara Bali ke arah timur. Sistem ini terhubung dengan Sesar Wetar di utara Pulau Wetar, bagian barat Laut Banda.

Catatan dari 1900 hingga 2022 menunjukkan 79 gempa dengan magnitudo lebih dari 6,0 terjadi di zona Flores Back-Arc. Sebanyak 11 gempa dalam catatan itu menghasilkan tsunami.

Periode CatatanGempa M > 6,0Peristiwa Tsunami
1900-202279 kejadian11 kejadian

Pelajaran dari Gempa Flores 1992

Gempa Flores 1992 memperlihatkan dampak besar yang dapat ditimbulkan aktivitas patahan di kawasan ini. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bencana tersebut menelan sekitar 2.500 korban jiwa dan termasuk yang paling mematikan di Indonesia.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores setelah hampir 30 tahun. Karena itu, kondisi pesisir, bangunan yang terdampak, dan aktivitas gempa susulan tetap perlu mendapat perhatian.

Baca Juga