Bukan Sekadar Skuad, Bonera Nilai Perencanaan Milan Menghambat Jalan ke Scudetto

Persoalan AC Milan menuju Scudetto dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan skuad di lapangan. Daniele Bonera melihat kurangnya perencanaan yang konsisten membuat klub belum cukup kuat untuk bersaing hingga akhir musim.

Mantan pemain Milan itu menilai pembenahan harus dilakukan dari sisi manajerial sampai teknis. Tanpa fondasi yang seragam, perubahan pemain maupun pelatih tidak akan mudah menghasilkan tim yang stabil.

Stabilitas Menjadi Sorotan Utama

Bonera menyebut Milan memiliki empat pelatih dalam periode tiga tahun. Setiap pergantian membawa sistem dan ide permainan yang berbeda bagi tim.

Selain perubahan pelatih, susunan pemain Milan juga terus berubah dalam rentang tersebut. Kombinasi dua faktor itu dinilai menyulitkan klub membangun pola kerja yang berkesinambungan.

“Dalam tiga tahun, mereka memiliki empat pelatih dan saya tidak tahu berapa banyak pemainnya… Setiap pelatih membawa sistem dan ide-ide yang berbeda,” ujar Bonera kepada La Gazzetta dello Sport. Ia memandang pergantian berulang dapat menggeser fondasi yang seharusnya diperkuat dari musim ke musim.

Bonera menilai Milan membutuhkan rencana yang kuat dan terhubung pada semua level. Kebijakan klub, kebutuhan pelatih, serta pembangunan skuad harus berjalan dalam arah yang sama.

“Sampai ada manajerial dan rencana teknis yang solid dari tim ke atas, akan sulit bagi Milan bisa bersaing untuk titel juara,” katanya. Penegasan itu menjelaskan mengapa ia belum melihat Milan sebagai kandidat terkuat perebutan gelar.

Performa Liga Masih Berubah-ubah

Gelar Serie A pada 2020/2021 belum berlanjut menjadi dominasi berkelanjutan bagi Milan. Posisi kedua pada musim 2023/2024 menjadi pencapaian terbaik klub dalam empat musim terakhir.

Namun, hasil itu menyisakan jarak besar dengan puncak klasemen. Milan tertinggal hampir 20 poin dari Inter Milan yang akhirnya keluar sebagai juara.

Musim atau PeriodePencapaian MilanKeterangan
2020/2021Juara Serie AGelar liga terakhir klub
2023/2024Runner-upSelisih hampir 20 poin dari Inter
SetelahnyaPosisi kedelapan dan kelimaTanpa Liga Champions dua musim beruntun

Setelah menjadi runner-up, Milan mengalami penurunan tajam dengan finis di urutan kedelapan. Mereka lalu berada di posisi kelima, yang kembali membuat klub absen dari Liga Champions.

Bonera menganggap catatan itu memperkuat kesan bahwa Milan belum memiliki kestabilan seperti para pesaingnya. Ia menempatkan Inter dan Napoli di depan Rossoneri dalam persaingan papan atas.

Bursa Transfer Masih Bisa Mengubah Situasi

Bonera belum yakin Luka Modric dan rekan-rekannya dapat langsung membawa Milan menjadi kampiun Liga Italia. Menurutnya, masih ada persoalan dalam skuad yang telah terlihat sejak musim lalu.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan Milan dapat memperbaiki kekuatan tim. Bonera berharap klub memanfaatkan tiga pekan terakhir bursa transfer untuk menambah kebutuhan skuad.

Tambahan pemain dapat membantu Milan memperbaiki kualitas kompetitifnya. Namun, Bonera tetap menilai keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada perencanaan yang mantap, bukan hanya perubahan dalam satu jendela transfer.

Bagi Milan, tantangan untuk kembali mengejar Scudetto adalah membangun kesinambungan setelah beberapa musim yang tidak konsisten. Hasil di lapangan akan sangat bergantung pada kemampuan klub menjaga arah proyeknya dari waktu ke waktu.

Baca Juga