Penyebab penurunan ketinggian mendadak pada penerbangan Air India AI 2379 belum dipastikan. Penyidik masih memeriksa dua unsur penting, yakni hasil tes konfirmasi kapten yang positif mariyuana dan kemungkinan gangguan teknis pada pesawat.
Aircraft Accident Investigation Bureau atau AAIB meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden. Seluruh bukti masih harus diperiksa sebelum faktor yang berkontribusi dapat ditetapkan.
Dua Jalur Pemeriksaan dalam Investigasi
Hasil pemeriksaan awal terhadap kapten disebut telah menunjukkan adanya zat psikoaktif. Pemeriksaan konfirmasi kemudian dilakukan dan kembali menghasilkan temuan positif mariyuana.
Times of India, sebagaimana dikutip Liputan6, menyebut temuan itu menjadi bagian dari penyelidikan. Namun, penyidik belum menghubungkan hasil tes tersebut sebagai penyebab langsung pesawat kehilangan ketinggian.
Di sisi lain, kopilot melaporkan adanya rangkaian masalah yang dialami pesawat. Laporan tersebut membuka kemungkinan gangguan teknis yang tidak biasa dan jarang terjadi untuk turut ditelaah.
Kementerian Penerbangan India menyatakan dokumen, informasi medis, keterangan, dan materi terkait investigasi bersifat rahasia. Ketentuan itu berlaku selama proses pemeriksaan bukti masih berlangsung.
Laporan Perilaku Pilot Ikut Dicermati
Sejumlah keterangan awak kabin menjadi perhatian dalam proses penyelidikan. Salah satu sumber menyebut pilot beberapa kali duduk di lantai kokpit dan berusaha merokok sebelum awak kabin membantunya kembali ke kursi.
Pilot itu juga dilaporkan kesulitan mengendalikan diri dan berjalan setelah keluar dari pesawat. Air India belum memberikan komentar atas laporan yang disebut berasal dari awak kabin tersebut.
Kopilot dilaporkan telah menyampaikan perilaku kapten kepada pengendali darat maskapai. Hal itu diduga menjadi salah satu alasan pemeriksaan zat psikoaktif dilakukan terhadap awak kokpit, di luar tes napas yang menjadi prosedur rutin.
Penurunan 300 Kaki Menyebabkan Cedera
Insiden terjadi pada 4 Agustus 2026 dalam penerbangan AI 2379 dari Phuket menuju Delhi. Airbus A320neo itu sempat kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki atau setara 91 meter.
Kru pada akhirnya berhasil mengendalikan pesawat dan mendaratkannya dengan selamat di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi. Tidak ada laporan kerusakan serius pada pesawat setelah pendaratan.
| Aspek Insiden | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Penerbangan | AI 2379 | Rute Phuket-Delhi |
| Pesawat | Airbus A320neo | Dioperasikan Air India |
| Orang di pesawat | 145 orang | 137 penumpang dan 8 awak kabin |
| Cedera | 24 orang | 20 penumpang dan 4 awak kabin |
Penurunan ketinggian mendadak menciptakan kondisi negative G di kabin. Dalam kondisi itu, tubuh serta benda di dalam pesawat terasa kehilangan beban.
Sebanyak 20 penumpang dan empat awak kabin dilaporkan mengalami cedera. Data tersebut menempatkan insiden ini sebagai perhatian serius bagi keselamatan penerbangan di India.
DGCA Meninjau Aturan Zat Psikoaktif
DGCA India mempertimbangkan pengetatan dan peninjauan aturan pemeriksaan zat psikoaktif bagi personel penerbangan. Evaluasi tersebut ditujukan untuk memperkuat keselamatan penerbangan dan menjaga ketepatan proses pemeriksaan.
Sejumlah pilot senior meminta aturan membedakan pilot yang positif akibat obat untuk gangguan tidur atau kecemasan dengan pengguna zat psikoaktif secara sengaja. Maskapai juga memiliki daftar obat yang perlu dihindari beberapa jam sebelum terbang karena dapat memicu kantuk dan memengaruhi kemampuan bertugas.
Insiden AI 2379 kembali menempatkan Air India dalam perhatian terkait operasional, pelatihan, dan pengawasan keselamatan. Hasil investigasi akan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan bagi maskapai tersebut.






