Dari Sempat Turun ke Rekor Baru, Penjualan Motor Juli Melonjak 23,47 Persen

Penjualan motor nasional berubah tajam pada Juli 2026 setelah bergerak fluktuatif selama enam bulan sebelumnya. Pasar domestik melonjak 23,47% dari Juni dan mencapai 636.030 unit, rekor tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Lonjakan itu terjadi setelah penjualan motor sempat jatuh ke 448.974 unit pada Maret. Dalam rentang empat bulan setelahnya, pasar pulih secara bertahap sebelum mencapai volume tertinggi pada Juli.

Perjalanan Pasar yang Berubah-ubah

Penjualan Januari tercatat 577.763 unit dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari. Setelah itu, volume turun tajam pada Maret, lalu kembali menguat pada April.

Pasar belum bergerak dalam satu arah karena penjualan kembali melemah pada Mei. Kenaikan pada Juni menjadi pengantar bagi lonjakan yang lebih besar pada Juli.

BulanPenjualan Motor
Januari577.763 unit
Februari587.354 unit
Maret448.974 unit
April520.972 unit
Mei479.388 unit
Juni515.136 unit
Juli636.030 unit

Penjualan April mencapai 520.972 unit, kemudian turun menjadi 479.388 unit pada Mei. Volume Juni kembali naik ke 515.136 unit sebelum bertambah lebih dari 120 ribu unit pada Juli.

Total penjualan domestik selama Januari hingga Juli 2026 tercatat 3.765.617 unit. Data AISI menempatkan Juli sebagai bulan dengan kontribusi volume terbesar dalam periode tersebut.

Rekor Baru Juga Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Penjualan Juli tidak hanya mengalahkan bulan-bulan sebelumnya pada 2026. Angka 636.030 unit juga 8,34% lebih tinggi dibandingkan penjualan Juli 2025 yang berjumlah 587.048 unit.

Perbaikan tahunan telah terlihat pada Juni, walaupun pertumbuhannya lebih rendah. Penjualan Juni 2026 sebesar 515.136 unit naik 1,14% dari 509.326 unit pada Juni tahun sebelumnya.

Capaian Juli melewati angka Februari sebesar 587.354 unit yang sebelumnya menjadi puncak sementara penjualan tahun ini. Selisih antara kedua bulan tersebut mencapai lebih dari 48 ribu unit.

Ekspor Bergerak Sejalan

Perkembangan positif Juli juga terlihat pada pengiriman motor ke pasar luar negeri. Ekspor CBU meningkat dari 50.067 unit pada Juni menjadi 65.769 unit pada Juli.

Kenaikan ekspor motor utuh itu mencapai 31,36% secara bulanan. Sementara itu, ekspor CKD tumbuh 15,19% dari 644.402 unit menjadi 742.315 unit.

Jenis EksporJuni 2026Juli 2026Pertumbuhan
CBU50.067 unit65.769 unit31,36%
CKD644.402 unit742.315 unit15,19%

CBU merupakan singkatan dari Completely Built Up atau pengiriman motor dalam keadaan utuh. CKD adalah Completely Knock Down, yaitu pengiriman dalam bentuk terurai.

Data terbaru belum memberikan rincian penjualan berdasarkan model maupun segmen. AISI tidak lagi menampilkan data tersebut, sehingga kontribusi masing-masing jenis motor terhadap kenaikan Juli tidak dapat dijelaskan secara khusus.

Skutik tetap dikenal sebagai segmen yang mendominasi pasar motor Tanah Air. Segmen ini berada jauh di atas motor sport dan bebek, meski angka penjualan per segmennya tidak tersedia.

Rekor penjualan domestik dan kenaikan ekspor menunjukkan Juli menjadi periode dengan aktivitas tinggi bagi industri sepeda motor Indonesia. Pertumbuhan tersebut terjadi setelah pasar melewati sejumlah perubahan volume pada semester pertama tahun ini.

Baca Juga