Personel Awak Mobil Tangki dari luar Nusa Tenggara Timur dikerahkan untuk menjaga penyaluran BBM ke Reo setelah gempa tektonik Magnitudo 7,7 menghambat sejumlah akses jalan. PT Elnusa Petrofin juga menyiapkan tambahan armada sebagai bagian dari pemulihan layanan energi.
Pengiriman belum dapat berlangsung secara normal karena mobil tangki tidak bisa melintasi seluruh jalur yang menghubungkan wilayah terdampak. Kondisi tersebut membuat pemulihan pasokan dilakukan secara bertahap dengan pola operasi yang fleksibel.
Penguatan difokuskan ke Fuel Terminal Reo
Tambahan personel dan armada disiapkan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Reo serta daerah sekitarnya. Penguatan ini diarahkan untuk mendukung percepatan operasional di wilayah Fuel Terminal Reo.
Elnusa Petrofin mengoptimalkan kesiapan awak dan mobil tangki sambil terus mengamati perkembangan akses jalan. Strategi pengiriman dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi lapangan yang masih terdampak gempa.
Mobilisasi awak dari luar daerah dilakukan agar operasi penyaluran tetap memiliki dukungan personel yang memadai. Namun, penambahan tenaga tidak serta-merta menghilangkan hambatan karena keamanan jalur tetap menjadi pertimbangan utama.
Mobil tangki masih menghadapi batasan akses
| Ruas Jalan | Status Setelah Gempa | Dampak terhadap BBM |
|---|---|---|
| Ruteng–Reo | Dilalui kendaraan roda empat, belum mobil tangki | Pengiriman masih terbatas |
| Trans Marapokot–Danga | Belum dapat dilewati | Tidak dapat digunakan |
| Trans Flores Ende–Bajawa | Sudah dapat dimanfaatkan | Mendukung operasional |
Ruas Ruteng–Reo telah terbuka bagi kendaraan roda empat, tetapi belum bagi armada pengangkut BBM. Perbedaan kemampuan akses ini menjadi salah satu kendala utama dalam memulihkan pasokan energi ke Reo.
Jalur Trans Marapokot–Danga juga masih belum dapat dilalui, sehingga pilihan rute distribusi belum sepenuhnya tersedia. Sebaliknya, Trans Flores Ende–Bajawa sudah bisa dimanfaatkan untuk membantu pergerakan operasional.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan distribusi BBM di NTT bergantung pada kelayakan jalan bagi kendaraan berukuran besar. Jalan yang terbuka bagi kendaraan biasa belum tentu aman atau dapat dipakai oleh mobil tangki.
Operasi dijalankan secara terukur
Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan perlindungan personel berjalan beriringan dengan pemulihan layanan energi. Perusahaan menerapkan penyesuaian operasi agar penyaluran tetap dapat dilakukan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
“Seluruh langkah kami laksanakan secara terukur dengan tetap menempatkan keamanan dan keselamatan personel sebagai prioritas utama,” ujar Putiarsa. Ia menambahkan, pola operasi akan terus disesuaikan dengan kondisi akses agar kebutuhan energi masyarakat bisa terpenuhi secara aman dan optimal.
Menurut laporan Medcom.id, Elnusa Petrofin juga menyiapkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa. Perusahaan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan layanan energi.
Tambahan armada dan awak menjadi dukungan penting dalam penanganan dampak Gempa NTT, tetapi akses aman tetap menentukan kelancaran pengiriman. Selama sebagian jalur masih terbatas, penyaluran BBM akan dilakukan sesuai kondisi lapangan.






