Makna kemerdekaan tidak hanya terletak pada upacara dan perayaan, tetapi juga pada kesediaan untuk membantu sesama saat menghadapi musibah. Pesan itu disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan ketika mengajak masyarakat mendoakan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Ajakan tersebut hadir di tengah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Riau. Herry menilai kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata persatuan bangsa.
Kepedulian di Tengah Perayaan
Kapolda Riau menyampaikan simpati mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia juga menyatakan duka cita bagi warga yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Herry berharap keluarga korban diberi kekuatan untuk melalui masa sulit. Ia turut mendoakan agar masyarakat terdampak mendapat perlindungan serta tahapan pencarian, pertolongan, dan pemulihan berjalan lancar.
“Turut berduka cita atas saudara-saudara kita yang berpulang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan, dan seluruh proses pencarian, pertolongan, serta pemulihan diberikan kelancaran,” kata Herry.
Menurutnya, jarak antardaerah tidak boleh mengurangi rasa kebersamaan sebagai warga Indonesia. Persatuan justru perlu terlihat ketika sebuah wilayah menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan dari daerah lain.
Ia meminta masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk saling merangkul. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti dalam seremoni, melainkan tumbuh dalam tindakan sehari-hari.
Warisan Perjuangan Para Pahlawan
Herry mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Oleh sebab itu, 17 Agustus menjadi pengingat akan tanggung jawab generasi masa kini untuk menjaga hasil perjuangan tersebut.
Ia menekankan pentingnya persatuan, kerja nyata, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk menjaga kemerdekaan. Nilai itu juga menjadi pijakan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Momentum 17 Agustus selalu mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya melalui persatuan, kerja nyata, serta pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Herry menilai semangat kebangsaan perlu ikut memperkuat suasana kondusif di Riau. Ia mengaitkannya dengan rasa persaudaraan dan penyelenggaraan pelayanan publik yang optimal bagi warga.
Pelaksanaan Upacara Kemerdekaan
Di Kota Pekanbaru, upacara pengibaran bendera Merah Putih digelar di Kantor Gubernur Riau pada Senin (17/8/2026). Herry mengikuti upacara bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau.
Peringatan kemerdekaan juga dilaksanakan di Mapolda Riau. Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi memimpin upacara yang dihadiri pejabat utama Polda Riau serta para kapolres jajaran.
Di tengah rangkaian kegiatan itu, Herry menyerukan semangat Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Seruan tersebut disertai ajakan agar kemerdekaan menjadi kekuatan untuk berdiri bersama dalam setiap keadaan.






