Samsung Ungkap 40 Persen Pertumbuhan Z Fold Datang dari Pengguna Galaxy S Ultra

Samsung mencatat sekitar 40 persen pertumbuhan Galaxy Z Fold kini berasal dari pengguna Galaxy S Ultra yang beralih ke ponsel lipat. Data ini menunjukkan pergeseran minat dari perangkat flagship berformat konvensional ke layar lipat yang menawarkan ruang kerja lebih luas.

Angka tersebut menjadi sinyal penting bagi Samsung karena pengguna lini Ultra dikenal mencari perangkat dengan performa tinggi. Peralihan mereka ke Galaxy Z Fold menunjukkan bahwa format lipat mulai dipandang sebagai pilihan praktis, bukan sekadar perangkat untuk penggemar teknologi.

Pengguna Ultra Mencari Kemampuan Lebih Besar

Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Chon Hong, mengatakan konsumen yang berpindah dari lini Ultra sudah memahami kebutuhan terhadap perangkat kelas atas. Mereka disebut mencari kemampuan lebih besar yang dapat diberikan oleh perangkat foldable.

“Setelah 7 generasi foldable, kami melihat tren yang berbeda. Sekitar 40 persen pertumbuhan kami sekarang datang dari pengguna Ultra yang beralih ke Fold,” kata Chon Hong dalam wawancara di sela Galaxy Unpacked di London.

Menurut Chon, perpindahan tersebut tidak hanya dipicu rasa ingin tahu terhadap perangkat yang dapat dilipat. Pengguna mulai memahami manfaat form factor foldable untuk menjalankan kebutuhan yang tidak selalu dapat dipenuhi layar smartphone konvensional.

Samsung melihat kelompok pengguna ini telah terbiasa dengan performa tinggi dari seri Galaxy S Ultra. Karena itu, mereka mempertimbangkan Galaxy Z Fold ketika membutuhkan pengalaman layar yang lebih besar dalam perangkat yang tetap dapat dibawa sehari-hari.

Pilihan Model dalam Lini Foldable

Samsung memperluas portofolio ponsel lipatnya dengan tiga perangkat, yaitu Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8. Setiap model ditempatkan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang berbeda, mulai dari kemampuan kelas Ultra hingga bentuk yang lebih ringkas.

ModelPosisi dalam LiniDetail Utama
Galaxy Z Fold 8 UltraModel Ultra pertama seri Z FoldKamera, chipset, dan baterai ditingkatkan hingga setara Galaxy S26 Ultra
Galaxy Z Fold 8Model dengan bentuk baruMemakai desain passport-style dengan bodi lebih ringkas
Galaxy Z Flip 8Ponsel lipat bergaya clamshellPengalaman AI dan desainnya disempurnakan

Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap mengikuti arah desain Galaxy Z Fold 7, tetapi Samsung meningkatkan sejumlah komponen utama. Perangkat ini diposisikan bagi pengguna yang menginginkan kemampuan mendekati Galaxy S26 Ultra dalam format layar lipat.

Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 membawa desain passport-style dengan ukuran bodi yang lebih mini. Rasio layarnya ditujukan untuk aktivitas seperti menikmati media sosial, video vertikal, Netflix, YouTube, dan konten hiburan lain.

Loyalitas Pemilik Fold dan Flip

Selain arus pengguna dari Galaxy S Ultra, Samsung juga melihat pola pembelian ulang yang kuat di kelompok pemilik perangkat foldable. Pengguna Fold cenderung kembali memilih Fold saat mengganti perangkat, sedangkan pengguna Flip menunjukkan kecenderungan serupa.

“Kami melihat tren yang sangat kuat, mulai dari Fold ke Fold, Flip ke Flip, dan juga Ultra ke Fold,” ujar Chon. Pola tersebut menjadi salah satu pertimbangan Samsung untuk menyediakan lebih banyak pilihan dalam lini ponsel lipatnya.

Pasar foldable dinilai telah berkembang lebih matang setelah tujuh generasi perangkat lipat Samsung. Saat Galaxy Fold pertama diperkenalkan pada 2019, perangkat ini masih banyak menarik perhatian sebagai bentuk teknologi baru.

Kini, strategi Samsung berfokus pada pilihan perangkat berdasarkan kebiasaan penggunaan, bukan sekadar penambahan model. Chon menegaskan bahwa pengguna dapat memilih perangkat Galaxy foldable sesuai jenis ponsel lipat yang paling mereka sukai.

Baca Juga