Dari 13 Wilayah Aljazair, Pencak Silat Membuka Jalur Persahabatan dengan Indonesia

Pencak silat kini dipakai sebagai jalur penguatan persahabatan Indonesia dan Aljazair melalui pembinaan di 13 wilayah. Peluang itu muncul karena Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA) telah memiliki lebih dari 3.000 anggota.

Jaringan organisasi tersebut menjadi dasar bagi program yang menyasar anak-anak dan remaja Aljazair. Selain mengembangkan olahraga, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

MoU untuk Memperluas Pencak Silat

PT Pertamina Algeria Eksplorasi dan Produksi (PAEP) menandatangani nota kesepahaman dengan CNPSA untuk pengembangan pencak silat. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Alger memfasilitasi kerja sama yang masuk dalam program tanggung jawab sosial perusahaan PAEP.

Peran setiap pihak dibagi untuk mendukung pembinaan yang dapat berjalan secara terarah. PAEP menyediakan dukungan program, CNPSA mengelola pembinaan, dan KBRI Alger mendampingi pelaksanaannya.

PihakPeran UtamaNilai yang Didorong
PAEPPelaksana CSRPengembangan olahraga
CNPSAPembinaan komunitasKesempatan bagi atlet muda
KBRI AlgerFasilitasi dan pendampinganDiplomasi budaya

Pembinaan diharapkan memberi kesempatan lebih besar bagi atlet muda untuk mengenal dan menekuni pencak silat. CNPSA yang disebut sebagai organisasi pencak silat terbesar di Aljazair dipandang memiliki kapasitas untuk memperluas jangkauan kegiatan.

Program ini juga menempatkan olahraga sebagai medium hubungan antarmasyarakat. Dengan demikian, peserta tidak hanya berhadapan dengan aspek teknik bela diri, tetapi juga nilai yang terkandung di dalamnya.

Nilai Persaudaraan sebagai Dasar

Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair Yusron Bahauddin Ambary menilai pencak silat dapat menjadi ruang perjumpaan budaya bagi kedua bangsa. Ia menekankan bahwa nilai olahraga tersebut relevan untuk pembentukan karakter generasi muda.

“Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai disiplin, saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan,” kata Yusron dalam keterangannya pada Jumat (24/7/2026).

Yusron berharap kemitraan ini dapat melahirkan generasi muda Aljazair yang berprestasi di bidang olahraga. Pada saat yang sama, mereka diharapkan menjadi penghubung persahabatan Indonesia dan Aljazair.

KBRI Alger menyatakan kesiapan untuk mendampingi kerja sama tersebut agar program tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Kolaborasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga dampak pembinaan bagi komunitas pencak silat.

Dukungan dalam Penandatanganan

Kegiatan penandatanganan dihadiri Country Manager PAEP Jon Erwin, Manager Relations PAEP Dhaneswari Retnowardhani, Presiden Federasi Seni Bela Diri Aljazair Ghanem Youcef, dan Ketua CNPSA Lahcene Sekfane. Sebanyak 50 atlet junior pencak silat Aljazair turut hadir dalam acara tersebut.

Menurut detikcom, kesepakatan PAEP dan CNPSA memperlihatkan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan organisasi olahraga. Pembinaan yang konsisten diharapkan membantu pencak silat berkembang lebih luas di Aljazair serta mempererat hubungan kedua negara.

Baca Juga