Peluang The Fed Naikkan Bunga Turun, Emas Menguat hingga Menembus MA 100

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang terbatas pada Juli. Di tengah perubahan ekspektasi itu, emas spot menguat hingga menembus rata-rata pergerakan 100 hari atau MA 100.

Pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, harga emas spot naik 0,93% menjadi US$ 4.408,59 per ons troi. Harga sempat bergerak di atas MA 100 yang berada di sekitar US$ 4.387,22 per ons troi, sekaligus mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Level Teknis dan Sentimen Pasar

Penembusan MA 100 terjadi bersamaan dengan kenaikan harga emas berjangka AS. Kontrak berjangka tersebut ditutup naik 0,63% ke US$ 4.469,2 per ons troi.

Kenaikan di pasar spot dan berjangka memperlihatkan adanya sentimen positif yang meluas terhadap emas pada hari itu. Perhatian investor terutama mengarah pada kemungkinan kebijakan moneter AS yang tidak seketat perkiraan sebelumnya.

Emas tidak menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya. Karena itu, daya tariknya umumnya berkurang ketika suku bunga tinggi dipertahankan atau berisiko kembali dinaikkan.

Situasinya berubah ketika pasar menilai dorongan untuk kenaikan suku bunga mulai melemah. Berkurangnya tekanan itu memberi ruang bagi emas untuk menguat dibanding instrumen yang menawarkan imbal hasil.

Inflasi Juli Menjadi Pemicu

Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat naik 0,1% pada Juli setelah turun 0,4% pada Juni. Data tersebut sesuai ekspektasi pasar dan mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

CME FedWatch Tool mencatat probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 40%. Sebelum data CPI diumumkan, pasar masih memperkirakan probabilitas tersebut di level 46%.

Investor Daily menyebut data inflasi itu ikut memberi tekanan terhadap dolar AS. Kondisi dolar yang tertekan mendukung penguatan emas dalam perdagangan global.

Edward Meir dari Marex menilai respons pasar tersebut sejalan dengan dampak langsung data inflasi terhadap emas. “Data CPI memberikan sentimen positif bagi emas,” kata Meir.

InstrumenPergerakanPosisi Harga
Emas spotNaik 0,93%US$ 4.408,59 per ons troi
Emas berjangka ASNaik 0,63%US$ 4.469,2 per ons troi
Perak spotNaik 0,98%US$ 65,34 per ons
PlatinumNaik 0,79%US$ 1.756,75 per ons

Agenda Berikutnya Ada pada Data PPI

Pasar masih menunggu data Producer Price Index atau PPI Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis Kamis, 13 Agustus 2026. Angka tersebut akan digunakan investor untuk mencari petunjuk baru mengenai perkembangan tekanan harga dan kebijakan moneter.

The Fed pada pertemuan 29 Juli sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%. Namun, tiga dari 12 anggota pemilih menginginkan kenaikan suku bunga, sehingga perdebatan arah kebijakan belum selesai.

Data PPI berpotensi menambah atau mengurangi keyakinan pasar terhadap proyeksi September. Setiap indikasi tekanan harga yang kembali menguat dapat mengubah penilaian terhadap langkah The Fed berikutnya.

Pergerakan Logam Lain dan Risiko Minyak

Perak spot ikut meningkat 0,98% menjadi US$ 65,34 per ons, sedangkan platinum bertambah 0,79% ke US$ 1.756,75 per ons. Palladium menjadi pengecualian dengan penurunan tipis 0,07% ke US$ 1.369,2 per ons.

Dinamika geopolitik di Timur Tengah juga tetap berada dalam pantauan investor. Potensi harga minyak mendekati US$ 100 per barel dipandang berisiko memunculkan tekanan inflasi baru.

Risiko inflasi dari kenaikan minyak dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga dan arah harga emas pada perdagangan berikutnya. Karena itu, pasar akan menilai data inflasi, keputusan The Fed, dan perkembangan minyak secara bersamaan.

Baca Juga