Pelajar SMA Masuk Sidang DPRD Jatim, Pesan Musyafak soal Masa Depan Pembangunan

Pelajar SMA dari berbagai wilayah hadir langsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Timur pada peringatan kemerdekaan. Kehadiran mereka menjadi simbol estafet kepemimpinan yang diarahkan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ketua DPRD Jawa Timur M. Musyafak Rouf berharap pengalaman mengikuti persidangan dapat menumbuhkan semangat kepemimpinan di kalangan pelajar. Generasi muda didorong menjadi pemimpin transformatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Jawa Timur dipandang memiliki kekuatan demografi yang penting bagi ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, peran anak muda dinilai strategis dalam menentukan arah Indonesia pada satu hingga dua dekade mendatang.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Kenangan

Bagi Musyafak, peringatan kemerdekaan juga harus menjadi ruang untuk menyiapkan masa depan pembangunan. Pemerintah dan lembaga perwakilan diminta memastikan arah kebijakan tetap mengabdi kepada kepentingan publik.

Ia menegaskan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari capaian program dan pertumbuhan semata. Pembangunan harus menjawab kebutuhan masyarakat secara merata tanpa diskriminasi antarlapisan.

“Peringatan ini menuntut komitmen moral kita bersama untuk memastikan bahwa arah pembangunan daerah terus mengabdi pada kepentingan publik. Memperkokoh persatuan serta menegakkan prinsip keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” tegas Musyafak.

Pernyataan itu disampaikan saat DPRD Jatim mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo. Rapat Paripurna Istimewa tersebut digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026, di ruang sidang utama DPRD Jatim.

Berdaulat, Adil, dan Makmur

Musyafak menghubungkan pesan pembangunan itu dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Ia menilai tema tersebut perlu diterjemahkan dalam kebijakan dan pembangunan di Jawa Timur.

Kedaulatan dipahami sebagai kemampuan menentukan masa depan tanpa ketergantungan asing. Keadilan berarti hasil pembangunan harus dapat dinikmati seluruh masyarakat secara setara.

Kemakmuran menjadi tujuan akhir ketika kedaulatan dan keadilan berjalan bersamaan. Musyafak menyebut kondisi itu ditandai kesejahteraan lahir dan batin yang tinggi, berkelanjutan, serta bebas dari kemiskinan dan kelaparan.

“Dan makmur pada akhirnya merupakan muara dari kedaulatan dan keadilan, di mana masyarakat mencapai tingkat kesejahteraan lahir dan batin yang tinggi, berkelanjutan, serta terbebas dari kemiskinan dan kelaparan,” jelasnya. Pandangan itu menempatkan pemerataan manfaat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Pembahasan Anggaran dan Dua Raperda

Setelah agenda pidato kenegaraan, DPRD Jatim menjadwalkan sidang lanjutan pada pukul 13.00 WIB. Rapat itu membahas Perubahan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 serta dua Raperda inisiatif.

AgendaPokok Pembahasan
Perubahan APBDPerubahan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026
Raperda InisiatifObat Bahan Alam
Raperda InisiatifJasa Transportasi Berbasis Aplikasi

Dua Raperda tersebut menyentuh sektor obat bahan alam dan jasa transportasi berbasis aplikasi. Pembahasannya dijadwalkan berlangsung setelah rapat istimewa dalam rangkaian agenda DPRD Jatim.

Beritajatim.com melaporkan rangkaian sidang pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung hingga siang hari. Agenda itu memperlihatkan peringatan kebangsaan berjalan beriringan dengan pembahasan kebijakan daerah.

Baca Juga