Pelabuhan Maumere Rusak Diguncang Gempa, Layanan Kapal Tetap Berjalan

Kerusakan sejumlah fasilitas di Pelabuhan Maumere tidak menghentikan layanan kapal dari dan menuju wilayah tersebut. PT Pelni tetap menjalankan pelayanan dengan mengubah pengaturan sandar dan memprioritaskan keselamatan penumpang.

Langkah paling terlihat adalah pemindahan sandar kapal dari Dermaga 4 ke Dermaga 2 di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi.

Pelabuhan Maumere merupakan penghubung penting antara Pulau Flores dan daerah lain di Indonesia. Gangguan terhadap fasilitasnya dapat berpengaruh pada perjalanan masyarakat serta arus barang logistik yang bergantung pada transportasi laut.

Pelni menyatakan perubahan operasional akan terus mengikuti kondisi infrastruktur dan aspek keamanan. Perusahaan juga bekerja sama dengan Pelindo serta otoritas pelabuhan setempat dalam memantau perkembangan di Maumere.

Fasilitas terdampak gempa

Gempa tektonik mengakibatkan kerusakan pada beberapa sarana embarkasi dan debarkasi. Investor Daily melaporkan fasilitas tangga darat menjadi salah satu bagian yang terdampak karena jatuh ke laut.

Bagian PelabuhanKondisiLangkah yang Diterapkan
Sarana embarkasi dan debarkasiSejumlah fasilitas mengalami kerusakanPemantauan kondisi infrastruktur
Tangga daratJatuh ke lautOperasional disesuaikan demi keselamatan
Lokasi sandarDermaga 4 mengalami penyesuaian penggunaanSanda kapal dialihkan ke Dermaga 2

Pengaturan ulang titik sandar memungkinkan layanan kapal tetap dilaksanakan di tengah pemeriksaan fasilitas pelabuhan. Pelni menempatkan keselamatan dan keamanan penumpang sebagai pertimbangan dalam setiap perubahan layanan.

Direktur Utama PT Pelni Budi Setyawan Wijaya menyampaikan simpati atas kejadian gempa yang berdampak pada masyarakat NTT. Ia menegaskan bahwa operasional kapal tetap dijalankan dengan prinsip keselamatan.

“Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT. Pelni memastikan operasional kapal tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Budi Setyawan Wijaya.

Opsi pembatalan dengan refund penuh

Penumpang yang memutuskan membatalkan perjalanan dapat mengajukan refund tiket sebesar 100 persen. Pelni menjanjikan proses pengembalian dana paling lambat dua hari setelah jadwal keberangkatan kapal.

Kebijakan tersebut diberikan di tengah keadaan darurat pascagempa dan penyesuaian layanan di pelabuhan. Masyarakat diimbau memantau informasi jadwal kapal melalui situs resmi maupun media sosial Pelni.

Koordinasi dengan Pelindo dan otoritas pelabuhan difokuskan pada perkembangan kondisi serta kesiapan fasilitas pendukung. Langkah itu diperlukan agar pelayanan laut dapat menopang mobilitas warga dan distribusi logistik secara aman.

Maumere berada di jalur Flores Thrust yang dikenal memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi. Kondisi ini menjadikan pemantauan pelabuhan dan kesiapan layanan kapal sebagai perhatian penting setelah guncangan.

Baca Juga