Pejuang akses belajar, pengembang inovasi kesehatan, penggerak pangan lokal, dan pelestari tradisi daerah kini masuk dalam lingkup DPD RI Awards 2026. Empat kategori penghargaan itu dirancang untuk mengangkat kerja nyata yang memberi dampak bagi masyarakat.
Masyarakat dapat mengusulkan kandidat hingga 21 Agustus melalui situs awards.dpd.go.id/nominasi. Pengajuan terbuka bagi figur yang selama ini bekerja konsisten di daerah, termasuk mereka yang belum memperoleh perhatian di panggung nasional.
4 Kategori yang Dibuka
| No. | Kategori | Fokus Penghargaan |
|---|---|---|
| 1 | Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah | Memperluas kesempatan belajar masyarakat |
| 2 | Inovator Teknologi Kesehatan | Inovasi kesehatan melalui riset atau pengembangan |
| 3 | Penggerak Desa Mandiri Pangan | Kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan |
| 4 | Pelestari Budaya Daerah | Pengembangan, pelestarian, dan promosi budaya |
1. Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah
Kategori pertama memberi ruang bagi individu yang berdedikasi mengembangkan pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah. Sasaran utamanya adalah kiprah yang memperluas kesempatan belajar dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
Kontribusi pendidikan tidak selalu berjalan dalam ruang kelas formal. Karena itu, masyarakat dapat mengajukan pendidik atau penggerak belajar yang dinilai memberi perubahan nyata di wilayahnya.
2. Inovator Teknologi Kesehatan
Kategori kedua terbuka bagi individu, profesional, maupun akademisi yang menghasilkan pembaruan di bidang kesehatan. Inovasi tersebut dapat berasal dari riset klinis atau laboratorium dan harus memberi manfaat bagi masyarakat.
Penemuan obat, terapi, serta alat kesehatan termasuk dalam cakupan kontribusi yang disebutkan. Melalui penghargaan ini, karya kesehatan yang berdampak di daerah dapat memperoleh pengenalan lebih luas.
3. Penggerak Desa Mandiri Pangan
Kategori ketiga menyoroti tokoh yang mendorong kemandirian pangan dengan memanfaatkan kekuatan lokal. Pengembangan potensi pangan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan ketahanan pangan menjadi fokusnya.
Penggerak pada tingkat desa dipandang memiliki peran penting dalam menghubungkan potensi yang tersedia dengan kebutuhan warga. Kerja semacam ini menunjukkan bahwa inisiatif lokal dapat menjadi dasar penguatan pangan.
4. Pelestari Budaya Daerah
Kategori keempat diperuntukkan bagi individu yang aktif mengembangkan serta melestarikan budaya daerah. Penerima penghargaan juga diharapkan turut mempromosikan kekayaan budaya tersebut di tingkat nasional dan internasional.
Perhatian terhadap bidang seni dan budaya diarahkan pada upaya menjaga warisan daerah sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak lebih luas. Inovasi dalam pengembangan budaya menjadi bagian dari kontribusi yang dicakup kategori ini.
Dampak Sosial Menjadi Pertimbangan
DPD RI menilai penghargaan tidak hanya dari karya atau inovasi kandidat. Dampak yang dirasakan masyarakat dan daerah juga menjadi bagian penting dari kontribusi yang hendak diapresiasi.
Kandidat dan finalis dapat berasal dari kiprah pendidikan, sosial, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, sampai pelestarian lingkungan. Empat kategori utama menjadi jalur penghargaan yang secara khusus menjangkau bidang-bidang tersebut.
Special Recognition Awards
Di luar kategori utama, DPD RI menyediakan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, atau kelompok dengan kontribusi konsisten dan berkelanjutan bagi daerah. Penghargaan ini melengkapi ruang apresiasi untuk pihak yang bergerak pada sektor-sektor strategis.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengatakan kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh Nusantara, bukan hanya pusat pemerintahan serta kota besar. Ia juga menilai banyak tokoh penggerak perubahan yang belum memperoleh apresiasi secara memadai.






