Pecahan dari mesin kanan pesawat Ryanair menghantam badan pesawat hingga merobek jendela kabin di baris 11. Kerusakan itu membuat seorang penumpang sempat tersedot sebagian keluar saat pesawat berada sekitar 16.000 kaki di atas wilayah Yunani.
Penerbangan dari Thessaloniki menuju Memmingen tersebut harus mendarat darurat setelah masalah mesin muncul kurang dari 10 menit setelah lepas landas. Awak pesawat menghadapi getaran mesin yang meningkat drastis, suara ledakan keras, serta terlepasnya sistem autopilot.
Penumpang yang terdampak adalah Ljubisa Karovic, 61 tahun, yang duduk di kursi 11F. Menurut keterangan istrinya kepada Reuters, kepala dan bahu Karovic sempat berada di luar pesawat setelah jendela pecah.
Istrinya bersama seorang awak kabin berhasil menarik Karovic kembali ke dalam pesawat. Catatan NTSB menyebut Karovic sempat terjepit pada jendela yang rusak sebelum penumpang lain membantu membawanya masuk ke kabin.
Kerusakan Tidak Terbatas pada Jendela Kabin
Pecahan mesin tidak hanya menyebabkan jendela pecah, tetapi juga mengenai sejumlah bagian lain pada pesawat Boeing 737-8AS tersebut. Panel logam di sekitar mesin robek sebelum material itu menghantam badan pesawat dan stabilizer horizontal kanan.
| Lokasi Kerusakan | Dampak Insiden |
|---|---|
| Area mesin kanan | Bilah kipas terlepas dan pecahan keluar dari mesin |
| Baris 11 kabin | Jendela pecah di dekat kursi penumpang |
| Area dekat baris 8 | Badan pesawat mengalami penyok |
| Sayap dan ekor | Sayap berlubang, ekor dan stabilizer mengalami kerusakan |
Pesawat juga mengalami lubang pada bagian bawah sayap serta goresan dan kerusakan pada ekor. Rangkaian kerusakan tersebut terjadi setelah pecahan dari mesin menghantam struktur pesawat selama penerbangan.
Retakan Bilah Kipas Menjadi Fokus Penyelidikan
Laporan awal NTSB menyebut pesawat berusia 18 tahun itu mengalami pelepasan bilah kipas pada mesin nomor dua. Mesin kanan tersebut merupakan CFM International CFM56-7B26.
Pemeriksaan menemukan delapan bilah kipas lain mengalami deformasi pada tepi depan. NTSB menduga bilah yang patah memiliki retakan yang berkaitan dengan tekanan berulang pada logam dalam waktu lama.
Sebelum insiden memburuk, pilot menerima peringatan getaran tinggi sekitar tujuh setengah menit setelah lepas landas. Hampir dua menit kemudian, getaran meningkat tajam dan terdengar ledakan keras dari arah mesin.
Bilah kipas mesin terakhir diperiksa kurang dari tiga minggu sebelum kejadian. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan ketentuan yang diterapkan setelah kecelakaan Southwest Airlines pada 2018, yang juga berkaitan dengan patahnya bilah kipas Boeing 737.
Temuan Bulu Burung Belum Menjadi Kesimpulan
Penyelidik menemukan sisa burung, termasuk bulu, di dalam mesin yang mengalami kerusakan. Meski demikian, NTSB belum dapat memastikan kapan pesawat itu terakhir kali mengalami tabrakan dengan burung.
Dalam satu tahun sebelum peristiwa ini, terdapat empat laporan dugaan tabrakan burung yang melibatkan pesawat yang sama. Tidak ada kerusakan pesawat yang ditemukan dalam empat kejadian tersebut.
CEO Ryanair Michael O’Leary sebelumnya menyatakan tidak ada penumpang yang keluar melalui jendela dan menduga benda asing menjadi pemicu kerusakan mesin. Pernyataan itu disampaikan dalam panggilan konferensi laporan keuangan pada Juli.
Ketua NTSB Jennifer Homendy kemudian mengirim surat resmi yang menegur O’Leary karena menyampaikan dugaan penyebab saat investigasi masih berlangsung. Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Perkeretaapian Yunani meminta NTSB memimpin proses penyelidikan, yang dapat memakan waktu satu hingga dua tahun hingga laporan akhir diterbitkan.






