PB SEMMI Dukung MBG tetapi Tolak Dikaitkan dengan Aksi Demo Agustus 2026

PB SEMMI menyatakan mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan keberadaan Badan Gizi Nasional, tetapi menegaskan tidak akan turun dalam demonstrasi sepanjang Agustus 2026. Organisasi tersebut juga tidak menginstruksikan kadernya untuk bergabung dalam aksi bersama kelompok lain.

Sikap itu disampaikan saat sejumlah demonstrasi mahasiswa membawa isu evaluasi terhadap program prioritas pemerintah. PB SEMMI menilai keterlibatannya perlu dibedakan dari aksi yang mungkin menggunakan nama organisasi tanpa arahan kepengurusan resmi.

Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan tidak ada agenda organisasi untuk turun ke jalan dalam waktu dekat. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Dalam waktu dekat ini kami tidak ada agenda turun ke jalan atau bergabung demonstrasi dengan kelompok lain. Tidak ada instruksi PB SEMMI untuk demo di Agustus ini,” ujar Donny.

Transparansi BGN Tetap Jadi Perhatian

PB SEMMI menyatakan pengawasan terhadap tata kelola BGN tetap diperlukan meski organisasi mendukung pelaksanaan MBG. Donny menyebut BGN telah melakukan evaluasi total terhadap jalannya program.

Menurut dia, masyarakat dapat ikut memastikan transparansi dalam pengelolaan lembaga tersebut. “PB SEMMI bersama masyarakat akan turut mengawasi tata kelola BGN agar semua transparan,” jelasnya.

Donny juga menyinggung banyaknya ajakan aksi di media sosial yang dinilai menggunakan narasi hoaks tentang BGN. Salah satu narasi yang disorot adalah serangan isu korupsi terhadap BGN.

Ia mengatakan pelaku dalam perkara yang dikaitkan dengan isu tersebut telah ditangkap. “Indikatornya bisa dilihat dari banyaknya ajakan demo lewat media sosial dengan narasi hoaks,” kata Donny.

Tuntutan Beragam dalam Aksi Mahasiswa

Demonstrasi pada 12 Agustus 2026 berlangsung di sekitar kantor BGN dan Kementerian Pertahanan dengan tuntutan transparansi, evaluasi, serta pertanggungjawaban program pemerintah. Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi.

Pada 13 Agustus 2026, Aliansi Cipayung Merdeka menggelar aksi di Patung Kuda Monas menjelang HUT ke-81 RI. Aliansi itu merupakan gabungan empat organisasi mahasiswa dari Jakarta Timur.

TanggalLokasiIsu Utama
12 Agustus 2026Sekitar kantor BGN dan Kementerian PertahananTransparansi, evaluasi, dan pertanggungjawaban program pemerintah
13 Agustus 2026Patung Kuda Monas“Tuntutan 08” dan evaluasi pemerintahan

Koordinator aksi dari GMNI Jakarta Timur, Henry Kurniawan, mengatakan massa membawa “Tuntutan 08” yang disebut sebagai hasil kajian. Tuntutan itu antara lain meminta evaluasi total pemerintahan Prabowo-Gibran, pencopotan menteri bermasalah, dan pengunduran diri Ketua Komisi III DPR.

Massa turut mendesak proses hukum atas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis dan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset. Mereka juga meminta pembatasan peran militer dalam koperasi desa, permintaan maaf atas kematian Affan Kurniawan, serta pengembalian dana pendidikan yang dialihkan ke MBG.

Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan adanya tuntutan berbeda dari kelompok mahasiswa, sementara PB SEMMI menyatakan tidak terlibat dalam agenda demonstrasi Agustus. Organisasi ini memilih menempatkan dukungan terhadap MBG bersamaan dengan pengawasan atas transparansi tata kelola BGN.

Baca Juga