Pesan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika akan dibawa ke desa-desa di Kabupaten Kendal melalui kegiatan kuliah kerja nyata. BNN Jawa Tengah telah membekali 671 mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang untuk menjalankan peran tersebut.
Mahasiswa diminta mengolah pesan P4GN menjadi program yang kreatif dan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian. Langkah ini diarahkan agar pencegahan narkotika tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi hadir dalam interaksi di tingkat komunitas.
Penggunaan program KKN sebagai ruang edukasi menjadi penting karena mahasiswa akan berhadapan langsung dengan warga desa. Mereka diharapkan dapat membantu memperluas pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Bekal untuk Kegiatan KKN
Pembekalan diberikan sebelum mahasiswa menjalani kegiatan pengabdian di Kabupaten Kendal. Materinya mencakup P4GN, yang meliputi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika.
BNN Jawa Tengah menempatkan mahasiswa sebagai mitra dalam penyebaran pesan antinarkoba. Posisi ini membuat mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga penggerak di lingkungan masyarakat.
| Komponen | Informasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Mahasiswa yang dibekali | 671 orang | Universitas Wahid Hasyim Semarang |
| Wilayah KKN | Kabupaten Kendal | Lokasi pengabdian masyarakat |
| Fokus pembekalan | P4GN | Pesan pencegahan narkotika |
| Prevalensi di Jawa Tengah | 1,3 persen | Setara sekitar 195.081 jiwa |
Kepala BNN Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat mengatakan mahasiswa memiliki peran yang penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Ia menilai penyebaran informasi dari mahasiswa dapat menjangkau lingkungan warga secara lebih luas.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun daya tangkal masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Agus Rohmat. Ia mendorong keterlibatan mahasiswa sebagai mitra dan penggerak pesan P4GN.
Prevalensi 1,3 Persen di Jawa Tengah
Pelibatan mahasiswa berlangsung saat prevalensi penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah tercatat mencapai 1,3 persen. Jumlah itu diperkirakan setara dengan sekitar 195.081 jiwa yang terdampak.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Upaya menghadapi persoalan narkotika juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya lembaga tertentu.
Mahasiswa dapat menyesuaikan bentuk penyampaian pesan antinarkoba dengan kondisi setiap desa. Pendekatan yang relevan dengan kebutuhan warga diharapkan membuat informasi pencegahan lebih mudah diterima.
Kegiatan KKN tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan pengabdian akademik. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap risiko narkotika.
BNN Jawa Tengah menilai sosialisasi sesaat belum cukup untuk membangun perlindungan yang kuat di masyarakat. Konsistensi program dan keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar pencegahan dapat berjalan lebih efektif.
Melalui pembekalan ini, 671 mahasiswa diharapkan membawa pemahaman P4GN ke lingkungan desa di Kendal. Peran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tangkal komunitas terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.






