Data penelitian dan dokumen disertasi Nursamsu sempat terancam ketika banjir melanda Aceh pada akhir 2025. Di tengah situasi itu, dosen Universitas Samudra tersebut tetap menyelesaikan studi doktoral di Unesa dengan IPK 4,00.
Nursamsu dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktoral Unesa dalam wisuda ke-121 pada 12 Agustus 2026. Pencapaian itu lahir dari proses panjang yang dijalani bersama tantangan fisik, aktivitas sehari-hari, dan tekanan psikologis akibat bencana.
Disertasi berangkat dari konteks budaya Aceh
Selain menyelesaikan kewajiban akademik, Nursamsu mengembangkan penelitian Pendidikan Sains yang berhubungan dengan identitas lokal Aceh. Ia memasukkan unsur kearifan lokal ke dalam pembelajaran sains bagi siswa SMA.
Penelitian tersebut dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Creative Inquiry Project Laboratory (CIPro-Lab) Berbasis Kearifan Lokal Aceh untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA.” Model CIPro-Lab mengombinasikan penyelidikan ilmiah, proyek, kegiatan laboratorium, dan konteks kearifan lokal.
Model pembelajaran itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa melalui aktivitas belajar yang aktif dan berbasis penyelidikan. Konteks budaya lokal digunakan agar sains lebih mudah dikaitkan dengan pengalaman peserta didik.
Pendekatan tersebut menempatkan pembelajaran sains tidak semata sebagai penguasaan teori. Materi dapat dihubungkan dengan kehidupan masyarakat serta lingkungan budaya di sekitar siswa.
Studi ditempuh melalui sistem hibrida
Nursamsu mengambil S3 Unesa setelah Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Samudra menjalani akreditasi. Pada proses itu, dosen di kampus tersebut dianjurkan melanjutkan pendidikan doktoral.
Unesa dipilih karena menawarkan sistem perkuliahan hibrida. Pola tersebut memungkinkan Nursamsu mempertahankan tugas mengajar sekaligus mengikuti tahapan pendidikan doktoral.
Perempuan yang lahir di Pangkalan Susu pada 27 Agustus 1984 itu menjalani seminar proposal secara langsung di Unesa pada Agustus 2024. Setelahnya, ia melanjutkan proses penelitian dan penulisan disertasi hingga merampungkan studi.
| Tahap | Waktu | Hasil atau Keterangan |
|---|---|---|
| Seminar proposal | Agustus 2024 | Diikuti langsung di Unesa |
| Wisuda doktoral | 12 Agustus 2026 | Lulusan terbaik dengan IPK 4,00 |
Dokumen penelitian harus diselamatkan
Ketika banjir menerjang Aceh, laptop kerja Nursamsu yang menyimpan data serta dokumen penelitian ikut terdampak. Sejumlah bahan penting terkait disertasi harus diselamatkan untuk menjaga kelanjutan pekerjaannya.
Peristiwa itu menjadi salah satu pengalaman paling berat selama menempuh studi doktoral. Meski demikian, ia berusaha menjaga semangat untuk meneruskan jalur akademik yang telah dijalani selama beberapa tahun.
Kompas.com menyebut konsistensi, kualitas penelitian, dan dukungan lingkungan menjadi bagian penting dari capaian tersebut. Nursamsu sendiri tidak menjadikan predikat terbaik sebagai tujuan awal, melainkan berfokus menjalani tiap tahapan akademik dengan baik.
Membaca artikel ilmiah internasional menjadi salah satu cara yang digunakannya untuk memperkuat kemampuan akademik. Komunikasi dengan promotor juga dijaga agar proses penelitian tetap terarah dan berjalan lancar.
Dukungan keluarga turut menguatkan perjalanan studi itu, termasuk izin dan dukungan penuh dari suaminya. Promotor serta ko-promotor mendampingi proses akademik dan penelitian sampai disertasi Nursamsu selesai.






