Pemerintah menilai penggunaan motor listrik dapat mengurangi pengeluaran harian untuk bahan bakar secara signifikan. Presiden Prabowo Subianto menyebut penghematan biaya bergerak sehari-hari dapat mencapai minimal 50 persen, bahkan hingga 70 persen pada tahap tertentu.
Untuk mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar bensin, pemerintah menyiapkan sejumlah jalur yang menekan hambatan biaya bagi masyarakat. Dua di antaranya adalah skema tukar tambah motor bensin dan pembiayaan pembelian dengan uang muka yang dapat diupayakan hingga nol.
Rencana tersebut diperkenalkan saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional atau Molinas di Bekasi, Kamis (13/8). Program ini dirancang untuk mendukung penggunaan energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Pemilik Motor Bensin Disiapkan Jalur Beralih
Skema yang dirancang pemerintah memberi kesempatan kepada pemilik motor bensin untuk menyetorkan kendaraan lamanya. Sebagai gantinya, konsumen dapat memperoleh motor listrik baru dengan tambahan biaya.
Prabowo mengatakan pemerintah sedang memikirkan mekanisme bagi masyarakat yang sudah memiliki motor bensin. “Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah,” ujar Prabowo.
Skema Tukar Tambah Motor tersebut menjadi penting mengingat jumlah motor konvensional di Indonesia sangat besar. CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mencatat terdapat sekitar 140 juta motor di Indonesia.
Pembelian motor baru setiap tahun pun berada pada rentang 6 juta hingga 7 juta unit. Potensi pasar itu menjadi alasan pemerintah mendorong peralihan kendaraan listrik melalui kebijakan yang lebih mudah dijangkau.
| Fokus Kebijakan | Rencana Pemerintah | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Motor lama | Ditukar tambah dengan motor listrik baru | Memudahkan pemilik motor bensin beralih |
| Biaya awal | Uang muka diupayakan hingga tanpa DP | Mengurangi hambatan pembelian |
| Biaya cicilan | Bunga pembiayaan akan ditekan | Meringankan pembayaran konsumen |
DP Nol untuk Memperluas Akses
Rosan mendorong agar pembelian motor listrik tidak membebani calon pengguna pada tahap awal. Menurutnya, opsi tanpa DP perlu diupayakan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik di pasar domestik.
Pemerintah juga menyiapkan penurunan bunga cicilan sebagai bagian dari kebijakan pembiayaan. Kombinasi keringanan tersebut diharapkan membuat pilihan Motor Listrik Nasional lebih terbuka bagi pemilik motor konvensional.
Peluncuran Molinas berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah menekankan bahwa Molinas tidak hanya berisi penjualan motor dari satu merek atau satu model.
Ekosistem dari Produksi sampai Purnajual
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pengembangan Ekosistem Molinas mencakup industri dan manufaktur, komponen, serta baterai. Sistem tersebut juga meliputi infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penyerapan pasar.
PT Len Industri akan berperan sebagai lead integrator dalam mengorkestrasi kolaborasi para pemangku kepentingan. Penjelasan mengenai peran itu disampaikan Prasetyo Hadi pada Kamis (13/8), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.
Pengembangan ekosistem ini ditujukan untuk memperkuat hilirisasi industri, kapasitas manufaktur, dan rantai pasok di dalam negeri. Pemerintah juga berharap program tersebut membuka peluang kerja serta memperluas keterlibatan UMKM dan koperasi.
Prabowo menyinggung kebijakan kendaraan di sejumlah kota dunia sebagai gambaran perubahan transportasi. Ia mencontohkan Beijing di China yang menerapkan carbon tax dan melarang motor bensin masuk.
Melalui dukungan pembiayaan, fasilitas energi, dan penguatan industri, pemerintah ingin membangun jalur transisi yang lebih menyeluruh. Fokusnya bukan hanya memindahkan pengguna dari BBM ke listrik, tetapi juga membangun fondasi industri kendaraan listrik di dalam negeri.






