Monas hingga Bundaran HI Dilintasi 32 Kendaraan Hias, Ini Program yang Dibawa

Rute dari Monas hingga Bundaran HI dilintasi 32 kendaraan hias dalam Karnaval Kemerdekaan RI di Jakarta Pusat. Iring-iringan ini membawa tema enam Program Prioritas Nasional dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Kendaraan-kendaraan tersebut dihadirkan Kementerian Ekonomi Kreatif di kawasan Monas pada Senin pukul 18.45 WIB. Setelah memulai perjalanan, pawai melintasi Patung Kuda dan Sarinah sebelum menuju Bundaran HI.

Pawai sebagai Ruang Penyampaian Program

Setiap kendaraan hias mengusung tema program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, layanan publik, serta penguatan ekonomi. Kementerian, lembaga, BUMN, Danantara, dan unsur TNI-Polri mengambil bagian dalam iringan tersebut.

Format visual melalui dekorasi kendaraan memberi cara berbeda untuk memperkenalkan agenda pemerintah kepada publik. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi panggung kreativitas bagi instansi yang terlibat.

Enam Program Prioritas Nasional yang dibawa dalam pawai mencakup sektor pangan, energi, kesehatan, pendidikan, koperasi, dan perumahan. Daftar program tersebut menjadi dasar tema yang ditampilkan oleh para peserta.

No.Program Prioritas Nasional
1Swasembada Pangan dan Energi
2Makan Bergizi Gratis
3Sekolah Rakyat
4Cek Kesehatan Gratis
5Koperasi Merah Putih
6Program 3 Juta Rumah Subsidi

Hiburan Mengiringi Karnaval

Rangkaian acara tidak hanya terdiri dari pawai kendaraan hias. Marching band dan Pagelaran Sabang Merauke turut memeriahkan perayaan di pusat kota.

Pertunjukan drone, kembang api, serta bazar UMKM juga disiapkan sebagai bagian dari kegiatan. Kehadiran berbagai unsur hiburan tersebut ditujukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan.

Presiden Prabowo Subianto memantau langsung pelaksanaan Karnaval Kemerdekaan. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dalam konteks pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kolaborasi Kreatif Lintas Sektor

Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati, menilai karnaval memiliki arti yang melampaui sebuah pawai. Ia menyebut kegiatan tersebut dapat mendorong pengembangan kreativitas di lingkungan kementerian, lembaga, TNI-Polri, BUMN, dan Danantara.

“Karnaval Kemerdekaan bukan sekadar pawai tetapi akan menjadi potensi pengembangan kreativitas dari kementerian atau lembaga, TNI-Polri, dan BUMN/Danantara yang menampilkan program-program unggulannya,” kata Dessy Ruhati. Pernyataan itu menempatkan pawai sebagai wadah bagi karya kreatif sekaligus penyampaian informasi program.

Menurut Dessy, semua pihak perlu menjaga kelancaran acara dengan menjalankan tugas secara bertanggung jawab. Ia mengajak peserta menjadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum kebersamaan yang tertib dan penuh keceriaan.

“Mari kita saling menjaga dan bertanggung jawab penuh pada tugas masing-masing demi kelancaran acara. Jadikan momentum bulan kemerdekaan ini sebagai wujud kekompakan untuk merayakan kebahagiaan dan keceriaan kita bersama,” ujar Dessy.

Kolaborasi lintas sektor dalam rangkaian perayaan itu diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan ekonomi kreatif di berbagai wilayah Indonesia. Dessy menyebut sinergi tersebut sebagai bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui karya anak bangsa.

“Sinergi ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan menjadi semakin nyata ketika dirayakan bersama melalui karya-karya kreatif anak bangsa,” sebutnya. Dengan lintasan di pusat Jakarta, pawai menjadi pertemuan antara atraksi perayaan dan pesan pembangunan yang dibawa setiap peserta.

Baca Juga