Dari Juara 2012 ke Semifinal Baru, Misi Izwan Mahbud untuk Singapura

Izwan Mahbud pernah mengangkat trofi Piala AFF bersama Singapura pada 2012 saat usianya masih 22 tahun. Kini, kiper veteran itu berada dalam misi berbeda, yakni membantu generasi penerus The Lions mengejar kesuksesan yang sudah lama tidak dirasakan.

Singapura telah menunggu 14 tahun untuk kembali menjadi juara di ajang tersebut. Sejak gelar terakhir pada 2012, The Lions juga belum berhasil mencapai final lagi.

Ambisi mengubah catatan itu mendapat ujian besar pada semifinal Piala AFF 2026. Thailand akan menghadapi Singapura pada leg pertama di Stadion Jalan Besar, Sabtu (15/8), pukul 20.00 WIB.

PerjalananLawanHasil atau Jadwal
Semifinal Piala AFF 2026ThailandLeg pertama, Sabtu (15/8), 20.00 WIB
Final Piala AFF 2012ThailandMenang agregat 3-2

Pertandingan tersebut mempertemukan Singapura dengan lawan yang juga menjadi bagian dari memori gelar terakhir mereka. Pada final 2012, Singapura menang 3-1 atas Thailand di Stadion Jalan Besar sebelum kalah 0-1 di Bangkok.

Hasil dua leg itu membuat Singapura unggul agregat 3-2 dan meraih gelar keempat Piala AFF. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar yang masih ingin didekati kembali oleh skuad saat ini.

Jalan ke Semifinal

Singapura memasuki semifinal setelah membuat kejutan dengan menyingkirkan Indonesia. Hasil itu dinilai melampaui prediksi awal karena Indonesia semula lebih banyak dijagokan untuk melaju.

Kemenangan atas Indonesia memberi The Lions kesempatan untuk menantang Thailand demi satu tempat di final. Bagi Izwan, fase ini menjadi ruang penting untuk mendorong tim memanfaatkan momentum yang telah dibangun.

Komposisi skuad Singapura kini sudah jauh berubah dibandingkan tim juara 2012. Menurut sport.detik.com, Izwan dan kapten Hariss Harun menjadi dua nama yang tersisa dari skuad tersebut di Piala AFF 2026.

Izwan mendapat peran utama dalam kesuksesan 2012 setelah Hassan Sunny absen karena cedera panjang. Kepercayaan sebagai kiper utama pada usia muda itu berakhir dengan gelar pertamanya bersama Singapura.

Hasrat yang Tetap Menyala

Meski memiliki pengalaman panjang, Izwan menyatakan ambisinya tidak berkurang ketika perannya dalam tim berubah. Ia tetap menghargai setiap peluang bermain, termasuk saat tidak masuk susunan utama dan berada di bangku cadangan.

“Saya paham kami sudah lama tak memenangi (Piala AFF). Tentu saja kami ingin menjadi juara,” ujar Izwan kepada ESPN. Pernyataan itu menegaskan bahwa penantian sejak 2012 menjadi dorongan besar bagi skuad Singapura.

Gelar pertama bersama tim nasional tetap menjadi kenangan penting bagi Izwan. Namun, ia melihat keberhasilan bersama pemain-pemain penerus akan memberikan arti yang lebih mendalam pada fase akhir kariernya.

“Membawa generasi penerus meraih kesuksesan akan menjadi kenangan yang jauh lebih istimewa bagi saya,” tegasnya. Semifinal melawan Thailand akan menentukan apakah Singapura dapat melanjutkan jalan menuju final yang belum mereka capai lagi sejak 2012.

Jika mampu melewati Thailand, Singapura akan semakin dekat dengan tujuan mengakhiri masa tanpa gelar. Bagi Izwan, perjalanan itu juga menjadi kesempatan meneruskan warisan tim juara kepada generasi baru The Lions.

Baca Juga