Ruang makam utama Qin Shi Huang masih dibiarkan tertutup lebih dari 2.000 tahun karena arkeolog menghadapi risiko kerusakan yang tidak dapat dipulihkan. Paparan udara setelah ruang tertutup dibuka dikhawatirkan mengubah kondisi artefak yang selama berabad-abad tersimpan dalam lingkungan terisolasi.
Pertimbangan itu membuat penggalian tidak hanya dipandang sebagai upaya menemukan benda bersejarah. Para peneliti juga harus menjaga struktur makam serta peninggalan rapuh yang mungkin tidak mampu bertahan saat kondisi lingkungannya berubah.
Nilai ilmiah berhadapan dengan risiko pelestarian
Isi ruang utama makam belum diketahui secara langsung karena belum pernah dibongkar. Ketiadaan akses tersebut membuat misteri kompleks pemakaman kaisar pertama China tetap bertahan hingga kini.
Di satu sisi, penggalian berpotensi mengungkap artefak penting dari masa kuno China. Di sisi lain, kerusakan yang terjadi setelah makam dibuka dapat menghilangkan informasi sejarah yang justru ingin diselamatkan.
Kondisi fisik bangunan menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap kemungkinan penelitian. Artefak di dalamnya juga diduga telah berada dalam keadaan sangat rentan setelah tersimpan selama ribuan tahun.
Indikasi merkuri di sekitar kompleks
Selain persoalan pelestarian, terdapat indikasi kadar merkuri yang tinggi di sekitar kompleks makam. Temuan ini menambah lapisan kehati-hatian karena lingkungan situs dapat membawa risiko tersendiri bagi proses penelitian.
Asal merkuri itu masih diperdebatkan. Sebagian pihak mengaitkannya dengan limbah industri, sedangkan kemungkinan lain menyebut adanya sungai merkuri yang diperintahkan sang kaisar untuk dibangun di sekitar makamnya.
Menurut CNBC Indonesia yang mengutip Geographical, belum ada kepastian tentang benda-benda yang berada di ruang makam Qin. Namun, catatan sejarawan Sima Qian memberi gambaran mengenai isi yang diyakini sangat luar biasa.
Sima Qian hidup sekitar satu abad setelah masa pemerintahan sang kaisar. Ia mendeskripsikan ruang pemakaman itu dipenuhi artefak langka dan harta karun.
Kisah jebakan di ruang makam
Catatan sejarah juga menyebut para pengrajin diperintahkan membuat busur dan anak panah yang siap dilepaskan kepada siapa pun yang memasuki makam. Keberadaan perangkat tersebut belum dapat dipastikan karena ruang utamanya belum pernah dibuka.
Kemungkinan jebakan itu menunjukkan bahwa makam dirancang sebagai tempat perlindungan bagi penghuninya di alam baka. Namun, isi sebenarnya serta kondisi perangkat di dalam ruangan masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
Qin Shi Huang memerintah China dari 221 SM hingga 210 SM. Ia dikenal sebagai kaisar pertama China dan dalam catatan sejarah dikaitkan dengan keinginan untuk hidup abadi.
Keinginan tersebut dikaitkan dengan cerita bahwa ia meminum merkuri yang dicampur anggur. Kisah itu turut membuat dugaan tentang merkuri di sekitar makam terus menarik perhatian.
Kompleks dengan Tentara Terakota
Kompleks pemakaman ini juga dikenal melalui Tentara Terakota, yakni sekitar 8.000 patung pasukan batu berukuran manusia. Di dalam kompleks itu terdapat pula banyak patung kuda dan kereta perang.
Patung-patung tersebut diperkirakan dibuat untuk melindungi Qin Shi Huang di alam baka. Sementara ruang makam utama tetap tertutup, keselamatan struktur dan artefak menjadi pertimbangan utama sebelum penggalian dilakukan.






