Teknik berburu dengan cangkang kerang kini tercatat pada lumba-lumba di Hervey Bay, Queensland, dan sebelumnya dikenal dari Shark Bay di Australia Barat. Kedua wilayah itu berjarak lebih dari 6.000 kilometer, sehingga kemunculan perilaku serupa pada populasi yang berjauhan menarik perhatian peneliti.
Rekaman dari Hervey Bay menjadi dokumentasi video pertama perilaku shelling di pantai timur Australia. Temuan itu juga memunculkan kemungkinan bahwa kemampuan memakai alat dapat berkembang secara mandiri, meski asal-usul teknik pada kedua populasi belum dapat dipastikan.
Perangkap ikan dari cangkang kosong
Shelling dilakukan oleh lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik atau Tursiops aduncus dengan menggiring ikan ke dalam cangkang kerang besar yang kosong. Cangkang itu lalu dibawa ke permukaan menggunakan moncong.
Lumba-lumba mengangkat dan mengguncang cangkang setelah mencapai permukaan untuk mengeluarkan air. Mangsa yang semula terjebak akan meluncur keluar sebelum disantap.
Alexis Levengood, ahli perilaku hewan dari University of the Sunshine Coast atau UniSC, melihat perilaku tersebut dari kapal penelitian. Ia mengatakan kepada BBC Wildlife Magazine, “Saya mulai berteriak karena tahu persis seperti apa shelling itu.”
Temuan ini menegaskan bahwa cangkang tidak sekadar berada di lingkungan laut, tetapi dapat dipakai sebagai alat bantu menangkap mangsa. Perilaku tersebut juga memperlihatkan kemampuan lumba-lumba menyesuaikan strategi mencari makan dengan benda yang tersedia.
Rekaman baru memperlihatkan proses belajar
Nilai lain dari pengamatan di Hervey Bay muncul pada Oktober 2025, ketika kamera dan drone merekam induk bersama anaknya. Induk terlihat membawa cangkang ke permukaan, lalu menjatuhkannya saat mengejar ikan yang berhasil lolos.
Anak lumba-lumba segera mengambil cangkang itu dan beberapa menit kemudian membawanya ke permukaan. Rekaman drone juga memperlihatkan ikan kadal atau lizardfish menggantung dari cangkang yang dibawa anak tersebut.
Bagi peneliti, rangkaian itu berpotensi menjadi bukti pertama bahwa shelling dapat dipelajari dari induk ke anak. Sebelum pengamatan ini, teknik berburu semacam itu lebih sering diperkirakan dipelajari dari lumba-lumba lain dalam kelompok sosial.
| Waktu | Bukti visual | Keterangan |
|---|---|---|
| 2013 | Foto aktivitas serupa | Menunjukkan shelling telah muncul di Hervey Bay |
| 2019 | Foto wisatawan kapal | Memperkuat catatan kemunculan perilaku |
| Oktober 2025 | Video kamera dan drone | Memperlihatkan induk serta anak |
Arsip wisatawan mengubah konteks temuan
Setelah video diperoleh, peneliti berbicara dengan operator wisata kapal di Hervey Bay. Menurut Kompas.com, percakapan itu mengungkap adanya foto wisatawan yang merekam aktivitas serupa pada 2013 dan 2019.
Foto lama tersebut sempat tersimpan sebagai arsip karena penelitian perilaku lumba-lumba di daerah itu masih terbatas. Kehadiran rekaman video kemudian membuat bukti terdahulu menjadi konteks penting bahwa perilaku ini telah muncul lebih dari sekali.
Penggunaan alat bukan hal yang sepenuhnya asing pada lumba-lumba di Australia Barat. Sebagian individu di sana pernah diamati memakai spons laut pada moncongnya untuk melindungi bagian tersebut saat mencari makanan di dasar laut berbatu.
Namun, kemunculan shelling di Hervey Bay belum menjelaskan apakah teknik itu terkait langsung dengan perilaku di Shark Bay. Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana keterampilan tersebut muncul dan diteruskan pada masing-masing populasi.






