Lonjakan Wisatawan Mancanegara Buka Peluang, 17 Pemandu Gubugklakah Dapat Pelatihan

Lonjakan wisatawan mancanegara di Bromo membuka peluang layanan wisata yang lebih luas bagi Desa Wisata Gubugklakah. Sebagai respons, 17 pemandu lokal mengikuti pelatihan bahasa Inggris untuk memperkuat kesiapan mereka melayani pengunjung asing.

Pelatihan itu berfokus pada komunikasi dan teknik pemanduan, bukan hanya penyampaian materi di ruang belajar. Peserta menjalani praktik langsung dalam dua kelompok dengan pendampingan mahasiswa.

Kegiatan English for Guiding diselenggarakan oleh UPN Veteran Jawa Timur melalui program Pengabdian Masyarakat skema PKM Edu. Program tersebut didanai LPPM UPN Veteran Jawa Timur.

Pemandu Perlu Menjelaskan Potensi Desa

Kemampuan berbahasa Inggris dipandang penting agar pemandu mampu menyampaikan informasi destinasi dengan lebih efektif. Penjelasan yang jelas diperlukan ketika wisatawan ingin memahami potensi wisata di kawasan desa.

Ketua Pemandu Wisata Desa Wisata Gubugklakah, Arifin, mengatakan komunikasi berbahasa Inggris masih menjadi persoalan utama. Pemandu dalam sejumlah kondisi masih menggunakan bahasa isyarat dan aplikasi Google Translate.

Penggunaan cara tersebut membantu komunikasi dasar, tetapi tidak selalu memadai untuk menjelaskan informasi wisata secara rinci. Kesalahan pelafalan dan pengucapan juga dapat membuat pesan yang disampaikan sulit dipahami pengunjung mancanegara.

Dwi Wahyuningtyas sebagai pemateri menekankan penerapan materi dalam sesi praktik. Pendampingan mahasiswa sekaligus memberi pengalaman bagi mereka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Data Kunjungan Bromo Menguat

Kebutuhan peningkatan kapasitas pemandu muncul seiring kenaikan wisatawan asing di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat pertumbuhan sekitar 80 persen pada semester I 2025.

PeriodeJumlah Wisatawan AsingKenaikan
Semester I 20246.751 orang
Semester I 202512.168 orang5.417 orang

Jumlah kunjungan pada Januari hingga Juni 2025 mencapai 12.168 orang, dibandingkan 6.751 orang pada periode sama setahun sebelumnya. Selisihnya mencapai 5.417 wisatawan asing.

Peningkatan ini memberi ruang bagi desa penyangga untuk memperbaiki mutu layanan wisata. Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor agar peluang kunjungan dapat memberi manfaat bagi ekonomi lokal.

Harapan atas Layanan yang Lebih Profesional

Ketua Tim PKM Edu, Wahyuni, M.Par., menyebut pelatihan bahasa Inggris sebagai langkah strategis di tengah peningkatan kunjungan dari luar negeri. “Pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata lokal di Desa Wisata Gubugklakah merupakan upaya strategis untuk mendukung meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Wahyuni menilai peningkatan kompetensi bahasa Inggris dapat memperkuat keterampilan nonteknis pemandu. Dengan kemampuan tersebut, pemandu diharapkan dapat memberikan pelayanan lebih profesional kepada wisatawan asing.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Gubugklakah, Heri, mengapresiasi dukungan dari tim PKM Edu dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur. Ia menilai pelatihan tersebut membawa manfaat langsung bagi peningkatan kompetensi pemandu lokal.

Menurut laporan Gelorajatim.com, kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Peningkatan kapasitas pemandu dikaitkan dengan SDG 4, sementara penguatan kompetensi untuk pertumbuhan ekonomi pariwisata berkelanjutan terkait dengan SDG 8.

Baca Juga