Longsor Menutup Ruas Nasional Flores, Pemeriksaan Jembatan Masih Menunggu Aman

Sejumlah ruas nasional di Flores tertutup material longsoran setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pantai utara Flores, Nusa Tenggara Timur. Pembersihan jalan telah dimulai, tetapi pemeriksaan menyeluruh pada jalan dan jembatan masih menunggu kondisi lebih aman.

Potensi gempa susulan menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan penanganan di lapangan. Karena itu, petugas mendahulukan penyingkiran material dari badan jalan untuk memulihkan akses dasar.

Pemulihan Akses Jadi Prioritas Awal

Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan personel dan alat berat untuk menangani titik longsor. Akses yang kembali terbuka diperlukan agar kegiatan warga dan respons kebencanaan dapat berjalan.

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan pekerjaan utama petugas adalah membersihkan material yang menutup badan jalan. Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pekerja di tengah situasi pascagempa.

Alat berat dibagi melalui beberapa wilayah kerja PPK. PPK 3.3 menyiapkan satu loader, PPK 3.4 mengerahkan satu excavator, sementara PPK 4.1 menyiagakan dua loader dan satu excavator di Ende.

Wilayah kerjaPeralatan yang disiapkanLokasi keterangan
PPK 3.31 loaderPenanganan material longsor
PPK 3.41 excavatorLokasi terdampak
PPK 4.12 loader dan 1 excavatorDisiagakan di Ende

Ruas yang Dipantau Tim Jalan Nasional

Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT dari Direktorat Jenderal Bina Marga bergerak untuk mengidentifikasi titik penutupan jalan. Wilayah terdampak membentang dari Ruteng dan Reo hingga Ende, Wolowaru, serta Maumere.

WilayahRuas terdampak
RutengMalwatar – Bts Kota Ruteng, Ruteng – Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi
Manggarai dan EndeKm 210 – Bts. Kab Manggarai, Gako – Aigela – Bts Kota Ende
EndeDanga – Maropokot, Kota Ende – Wolowaru
Flores bagian timurWolowaru – Maumere

Ruas yang menghubungkan Kota Ende dan Wolowaru termasuk jalur yang membutuhkan perhatian. Pembersihan longsoran menjadi tahap awal sebelum kondisi infrastruktur dapat diperiksa lebih lanjut.

Pusat Gempa Berada di Laut

Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.00 WITA. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.

Menteri PU Dody Hanggodo meminta seluruh balai Kementerian PU di NTT dalam keadaan siap siaga. Ia menekankan pentingnya kesiapan personel, alat berat, dan koordinasi bersama pemerintah daerah dalam pemulihan infrastruktur.

Dalam keterangan tertulis, Dody menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak. “Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik,” kata Dody.

Pemulihan konektivitas di Flores menjadi bagian dari penanganan mendesak pascabencana. Pemeriksaan struktur jalan dan jembatan akan dilakukan setelah risiko di lokasi dinilai memungkinkan bagi petugas.

Baca Juga