Futures kripto memberi trader peluang mengambil posisi ketika harga bergerak naik maupun turun. Fleksibilitas itu disertai risiko yang lebih besar, terutama saat pengguna memanfaatkan leverage dalam transaksi.
Leverage dapat memperbesar peluang keuntungan dari pergerakan harga aset digital. Namun, kerugian juga dapat membesar jika pergerakan pasar tidak sesuai dengan posisi yang dibuka trader.
Literasi Menjadi Faktor Penting
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengingatkan pentingnya pemahaman produk, analisis pasar, dan manajemen risiko sebelum trader memasuki futures. Menurutnya, pasar futures Indonesia masih berada dalam fase awal dan memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
“Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026). Ia menambahkan bahwa peningkatan pemahaman pelaku pasar dapat membuat futures semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional.
Futures merupakan instrumen derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi atas perubahan harga aset kripto. Posisi long digunakan ketika trader memperkirakan harga naik, sedangkan posisi short digunakan saat prediksi mengarah pada penurunan harga.
Berbeda dari futures, perdagangan spot melibatkan pembelian dan penjualan aset secara langsung pada harga pasar. Aktivitas kripto Indonesia saat ini masih didominasi oleh mekanisme spot tersebut.
Pengguna dan Volume Transaksi Beragam
Pada masa beta Bittime Futures, terdapat pengguna dengan modal awal di bawah US$ 500 yang membukukan volume perdagangan hingga puluhan ribu dolar AS. Data platform juga memperlihatkan pengguna dengan volume transaksi hingga jutaan dolar AS.
Besarnya volume transaksi tidak otomatis menunjukkan hasil keuntungan yang diperoleh trader. Bittime menegaskan bahwa kinerja seorang pengguna tidak dapat menjadi gambaran hasil yang mungkin diterima pengguna lain.
Pasangan aset yang paling banyak diperdagangkan mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Daftar ini menunjukkan minat futures datang dari pengguna dengan strategi serta pilihan aset yang beragam.
| Indikator | Nilai | Periode |
|---|---|---|
| Volume perpetual futures global | Lebih dari US$ 187 miliar per hari | 2025 |
| Setara nilai volume global | Sekitar Rp 3.357 triliun per hari | Kurs Rp 17.954 |
| Transaksi aset kripto Indonesia | Rp 23,01 triliun | Mei 2026 |
| Investor kripto Indonesia | 22 juta | Disebutkan dalam laporan |
Kontras dengan Pasar Global
Perdagangan perpetual futures global telah mencapai lebih dari US$ 187 miliar per hari pada 2025. Data Britannica yang dikutip finance.detik.com juga menunjukkan volume futures pada periode tertentu dapat mencapai 10 kali perdagangan spot.
Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto menurut data Otoritas Jasa Keuangan mencapai Rp 23,01 triliun pada Mei 2026. Basis 22 juta investor memberi potensi bagi pertumbuhan futures, tetapi perluasan pasar tetap bergantung pada kualitas pemahaman risiko penggunanya.
Pasar derivatif dapat berkembang seiring bertambahnya pengguna dan volume perdagangan. Meski demikian, keputusan membuka posisi futures tetap memerlukan pengenalan terhadap mekanisme produk dan disiplin manajemen risiko.






