Kebutuhan bahan bakar masyarakat Flores sementara bertumpu pada 32 SPBU yang telah kembali beroperasi setelah gempa bumi. Jumlah tersebut baru mencakup sebagian dari total 52 SPBU yang tersedia di wilayah itu.
Masih terdapat 20 SPBU yang belum dapat dibuka karena terdampak gempa, kehilangan pasokan listrik, atau mengalami kerusakan fasilitas. Pembukaan layanan ditunda di sejumlah lokasi karena keselamatan petugas dan potensi gempa susulan masih diperhitungkan.
Manggarai Mengandalkan SPBU Alternatif
Dua SPBU di Kabupaten Manggarai belum dapat melayani pengisian bahan bakar akibat kerusakan fisik pada fasilitas. Kondisi ini membuat warga diarahkan ke beberapa SPBU alternatif yang masih dapat digunakan.
Lokasi yang tersedia meliputi SPBU 54.86.501 di Jalan Yos Sudarso dan SPBU 54.86.503 di rute Ruteng-Benteng Jawa. Masyarakat juga dapat menuju SPBU 54.86.509 yang berada di wilayah Mena.
Pertamina Patra Niaga terus memulihkan sarana pada fasilitas yang terdampak dengan memperhatikan situasi keselamatan setempat. SPBU yang sudah beroperasi menjadi titik pelayanan utama selama proses tersebut berlangsung.
| Fasilitas Energi | Kondisi | Jumlah atau Status |
|---|---|---|
| SPBU | Sudah beroperasi | 32 dari 52 fasilitas |
| SPBU | Belum beroperasi | 20 fasilitas |
| Agen LPG | Beroperasi normal | 5 agen |
| Agen minyak tanah | Terganggu | 12 agen |
LPG Stabil, Minyak Tanah Masih Terganggu
Layanan LPG di Flores relatif stabil karena lima agen penyalur dipastikan tetap beroperasi normal. Penyaluran diatur berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja setiap agen.
Gangguan masih terjadi pada minyak tanah karena 12 agen belum dapat berjalan normal. Pemulihan pada jalur distribusi dan fasilitas penyalur menjadi faktor penting untuk memperbaiki layanan tersebut.
Gempa Flores yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, juga menimbulkan hambatan pada akses transportasi. Jalan Reo-Ruteng, Jalan Trans Flores ruas Ende-Bajawa, serta Jalan Trans Marapokot terdampak longsor di sejumlah titik.
Mobil Tangki Dikawal di Jalur Rawan
Pengiriman BBM tetap dilakukan menggunakan mobil tangki dengan pengawalan tambahan pada rute berisiko. Jalur Nagekeo-Ngada menuju Fuel Terminal Ende dan akses di sekitar Fuel Terminal Reo turut mendapat perhatian.
Alat berat dikerahkan untuk membantu penanganan jalan yang terputus atau tertutup longsor. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan agar distribusi energi tetap berjalan aman.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan sebagian fasilitas sebenarnya telah dinilai aman, tetapi belum langsung melayani masyarakat. Operasional akan dipulihkan bertahap setelah kondisi sarana, listrik, lingkungan, dan akses distribusi memungkinkan.






