Laba BBNI Naik ke Rp10,75 Triliun, Dana Asing Masuk Rp130,06 Miliar

PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,75 triliun pada semester I-2026. Capaian itu meningkat dibandingkan laba Rp10,09 triliun pada semester I-2025.

Pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah akumulasi beli bersih investor asing senilai Rp130,06 miliar pada 6–14 Agustus 2026. Pada periode yang sama, valuasi saham BBNI berada di bawah satu kali nilai buku.

Kinerja Semester I Menguat

Laba bersih BBNI pada semester pertama 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data kinerja itu menjadi salah satu latar yang diperhatikan pasar bersamaan dengan pergerakan harga dan arus dana asing.

PeriodeLaba Bersih
Semester I-2026Rp10,75 triliun
Semester I-2025Rp10,09 triliun

Saham BBNI ditutup pada level Rp3.630 per saham pada Jumat, 14 Agustus 2026. Harga tersebut menguat 0,55 persen dalam perdagangan harian dan naik 2,83 persen dalam akumulasi satu bulan.

Aktivitas pasar pada hari penutupan juga mencatat transaksi 19,65 juta saham. Jumlah itu terjadi melalui 5.267 kali transaksi dengan nilai perdagangan Rp71,03 miliar.

Valuasi dan Rekomendasi Beli

Rasio PBV BBNI tercatat 0,83 kali, yang berarti harga pasar saham berada di bawah nilai buku dalam pengukuran rasio tersebut. Sementara PER yang disetahunkan berada di level 6,29 kali.

Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli terhadap BBNI dalam publikasi Investor Digest pada 14 Agustus 2026. Target harga yang dipasang adalah Rp4.000 per saham.

IndikatorData BBNI
Harga penutupan 14 Agustus 2026Rp3.630 per saham
PBV0,83 kali
PER disetahunkan6,29 kali
Target harga Mandiri SekuritasRp4.000 per saham

Target dari Mandiri Sekuritas berada di atas harga penutupan BBNI pada 14 Agustus. Pandangan positif tersebut muncul ketika saham ini memiliki PBV di bawah satu kali dan laba semester pertama meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Minat Asing pada Saham BBNI

Investor Daily mencatat akumulasi pembelian bersih asing pada BBNI mencapai Rp130,06 miliar selama 6 hingga 14 Agustus 2026. Dana asing juga masih masuk pada perdagangan 14 Agustus dengan nilai beli bersih Rp5,06 miliar.

Data PerdaganganNilai
Akumulasi beli bersih asingRp130,06 miliar
Periode pengamatan6–14 Agustus 2026
Beli bersih asing 14 AgustusRp5,06 miliar
Volume transaksi 14 Agustus19,65 juta saham
Nilai transaksi 14 AgustusRp71,03 miliar

Nilai pembelian bersih pada 14 Agustus lebih kecil daripada akumulasi selama periode pengamatan. Namun, catatan itu membuat arus dana asing ke BBNI tetap positif pada akhir rentang perdagangan tersebut.

Pasar kini menilai sejumlah faktor yang bergerak bersamaan pada BBNI, mulai dari kenaikan laba hingga posisi valuasi dan akumulasi dana asing. Rekomendasi beli serta target Rp4.000 dari Mandiri Sekuritas menjadi bagian dari konteks tersebut.

Perhatian berikutnya tertuju pada pergerakan saham setelah kenaikan 2,83 persen dalam satu bulan terakhir. Kelanjutan minat investor asing akan berjalan berdampingan dengan pencermatan pasar atas kinerja dan valuasi BBNI.

Baca Juga