Pramuka Disiapkan Hadapi Judi Online hingga Perubahan Iklim Lewat Kurikulum Baru

Pramuka diproyeksikan menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim, judi online, dan ancaman narkoba. Peran itu akan diperkuat melalui penyesuaian materi kepanduan yang tetap berpijak pada nilai dasar organisasi.

Ketua Kwartir Nasional Budi Waseso menyebut penguasaan teknologi perlu berjalan bersama penguatan moral. Karena itu, Tri Satya dan Dasa Darma akan tetap menjadi landasan dalam transformasi pembelajaran digital.

Menurut Budi, kepanduan diharapkan menjadi “Kawah Candradimuka” yang memberi arah bagi anggota muda. Pembinaan tidak hanya menekankan kemampuan menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga kemandirian dan produktivitas.

Pangan, Digital, dan Kewirausahaan Masuk Arah Pembinaan

Penyesuaian kurikulum Pramuka mencakup edukasi kemandirian pangan, teknologi digital, serta kewirausahaan. Langkah tersebut ditujukan agar anggota muda memperoleh bekal yang sesuai dengan tantangan masa kini tanpa meninggalkan karakter kepanduan.

Dalam kegiatan Jambore Nasional, pembinaan produktivitas diterapkan melalui integrated farming, peternakan, dan perikanan. Budi menilai swasembada pangan perlu dipahami melalui keterkaitan antara produksi, pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan.

ProgramContoh PembinaanArah Utama
Kemandirian panganIntegrated farming, peternakan, perikananBudaya produktif
Transformasi digitalPembelajaran dan penguasaan teknologiKesiapan menghadapi perubahan
KewirausahaanPembinaan produktivitas anggota mudaKemandirian

“Melalui Jamnas ini, kita menanamkan budaya produktif seperti integrated farming, peternakan, hingga perikanan sejak usia muda,” jelas Budi Waseso. Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang lebih siap dan mandiri.

Status Pramuka Akan Berubah dalam Pendidikan

Penguatan materi itu sejalan dengan rencana menempatkan Gerakan Pramuka sebagai bagian dari struktur inti pendidikan nasional. Dengan posisi baru tersebut, Pramuka tidak lagi hanya diperlakukan sebagai ekstrakurikuler atau kegiatan pelengkap.

Kebijakan ini akan mencakup pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi. Pemerintah memandang kepanduan dapat menjadi instrumen utama untuk menanamkan disiplin, pendidikan nilai, kemandirian, dan tanggung jawab sosial.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan arah kebijakan itu pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jambore Nasional di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026). Menurut laporan Detikcom, Erick mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap penguatan kepanduan di lingkungan pendidikan.

“Tadi disampaikan di pidato Bapak Presiden, tidak lagi Pramuka ini menjadi ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian daripada struktur pendidikan, baik di tingkat Pendidikan Dasar, Menengah, maupun Tinggi,” ujar Erick. Kemenpora akan melakukan koordinasi berkelanjutan dengan Kwartir Nasional untuk mendukung pelaksanaannya.

Bagian dari Persiapan Indonesia Emas 2045

Erick menegaskan Pramuka harus kembali pada khittah sebagai alat pembangunan karakter bangsa. Ia menilai bonus demografi perlu diarahkan melalui kerja bersama lembaga pendidikan dan pihak yang terlibat dalam pembinaan pemuda.

Penguatan kepanduan dikaitkan dengan persiapan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda serta Indonesia Emas 2045. “Pramuka adalah bagian terpenting dalam membangun karakter kepemudaan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045,” tegas Erick.

Dengan masuknya Pramuka ke struktur pendidikan, proses pembinaan diharapkan hadir lebih dekat dalam perjalanan belajar di berbagai jenjang. Sinergi Kemenpora dan Kwartir Nasional akan menjadi bagian dari penguatan karakter pemuda secara berkelanjutan.

Baca Juga