Kuota Minyak Tanah Kota Kupang Turun 2,2 Persen, Tambahan Pasokan Diminta

Alokasi minyak tanah untuk Kota Kupang pada 2026 turun menjadi sekitar 21.000 kiloliter dari 22.000 kiloliter pada tahun sebelumnya. Penurunan sekitar 2,2 persen itu mendorong Pemerintah Kota Kupang meminta tambahan pasokan 500 kiloliter kepada PT Pertamina.

Tambahan yang diajukan setara dengan 500.000 liter minyak tanah. Pemerintah kota berharap penambahan tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan di tengah kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang dirasakan konsumen di beberapa titik.

KeteranganVolumeCatatan
Kuota 202522.000 kiloliterAlokasi Kota Kupang
Kuota 2026Sekitar 21.000 kiloliterTurun sekitar 2,2 persen
Tambahan diminta500 kiloliter500.000 liter

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyatakan pengajuan tambahan kuota akan segera disampaikan melalui surat resmi kepada Pertamina. Pernyataan itu disampaikan setelah ia meninjau distribusi minyak tanah di Pangkalan Kachuga, Kelurahan Oebobo, pada Jumat (14/8/2026).

Peninjauan dilakukan bersama jajaran Pemkot Kupang dan perwakilan Pertamina. Pemerintah ingin memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan sejak minyak tanah keluar dari depo Pertamina Tenau hingga diterima masyarakat.

Kuota Bukan Satu-satunya Persoalan

Christian menilai jumlah kuota bukan satu-satunya faktor yang menentukan mudah atau sulitnya warga memperoleh minyak tanah. Pembelian dalam jumlah besar, penimbunan, serta penjualan kembali dapat mengganggu pemerataan pasokan.

“Kalau bicara Kota Kupang sebenarnya kurang tidak. Hanya itu tadi, jangan ada yang membeli banyak, menimbun, lalu menjual lagi,” kata Christian.

Pemerintah kota mengimbau warga membeli minyak tanah langsung di pangkalan, bukan dari pengecer. Penjualan langsung dipandang penting agar harga di tingkat masyarakat tidak melampaui ketentuan dan alurnya lebih mudah diawasi.

“Ini bukti bahwa Pemerintah Kota peduli terhadap keluhan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli minyak tanah langsung di pangkalan, bukan melalui pengecer, karena harga di tingkat pengecer bisa tidak terkontrol,” ujar Christian.

Pelayanan Warga Sekitar Diprioritaskan

Rantai distribusi minyak tanah di Kota Kupang terdiri atas 836 pangkalan dan lima agen. Pemerintah meminta pangkalan mendahulukan warga sekitar atau kawasan ring satu sebelum melayani kebutuhan dari wilayah lain.

Kebijakan tersebut ditujukan agar penyaluran tidak terkonsentrasi di titik tertentu. Warga yang berada di luar ring satu diarahkan menggunakan pangkalan yang tersedia di wilayah masing-masing.

Pangkalan Kachuga menerima pasokan rutin sekitar 600 liter atau tiga drum per minggu, menurut pemiliknya Maria Theresa Guteres. Persediaan itu kemudian dibagikan kepada warga sekitar secara merata sesuai kemampuan stok.

PT Pertamina Patra Niaga NTT juga membuka jalur pelaporan atas penjualan minyak tanah di atas harga eceran tertinggi. Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga NTT Mohammad Ali Uraidy meminta masyarakat menggunakan Call Center 135 atau layanan pengaduan Disperindag.

Masyarakat diminta tidak membeli minyak tanah secara berlebihan agar stok dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Pengawasan terhadap agen, pangkalan, harga, dan wilayah ring satu akan menjadi perhatian selama tambahan kuota masih diajukan.

Baca Juga