Koridor 5 Km Menuju LRT Disiapkan, TOD Summarecon Bekasi Mulai Dibangun

Summarecon menyiapkan jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer yang akan menghubungkan Bekasi Utara hingga Stasiun LRT Jabodebek. Jalur itu direncanakan melintasi kawasan Summarecon Bekasi dan area Transit Oriented Development yang tengah disiapkan.

Rencana konektivitas tersebut beriringan dengan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai tahap awal pengembangan kawasan transit. Proyek ini diharapkan membentuk simpul mobilitas baru sekaligus membuka aktivitas ekonomi di sekitar stasiun.

Lintasan dari Bekasi Utara ke LRT

Jalur transportasi massal yang direncanakan akan melewati kawasan Summarecon Bekasi sebelum masuk ke area TOD. Dari kawasan itu, koneksi akan diteruskan menuju Stasiun LRT Jabodebek yang berada di pinggir tol.

President Director SMRA Adrianto P. Adhi menyatakan pengembangan jalur tersebut akan dilanjutkan pada waktunya. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan permintaan pasar dan kegiatan yang terbentuk di kawasan TOD.

Rencana ini menempatkan kawasan transit sebagai penghubung antara pergerakan warga Bekasi Utara dan layanan LRT. Pengembangan transportasi massal itu juga melengkapi fungsi Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai fasilitas baru di kawasan Summarecon.

Investasi Awal Rp78 Miliar

PT Summarecon Agung Tbk. mengalokasikan investasi awal sekitar Rp78 miliar untuk pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Pengerjaan stasiun ditargetkan berlangsung selama 18 bulan.

Bangunan stasiun direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7.038 meter persegi. Luas bangunannya mencapai 6.733 meter persegi dengan rancangan tiga lantai.

Rencana PengembanganNilai atau UkuranKeterangan
Investasi awalRp78 miliarPembangunan stasiun
Pengerjaan18 bulanTahap awal TOD
Lahan stasiun7.038 meter persegiArea proyek
Bangunan stasiun6.733 meter persegiTiga lantai
Koridor angkutan massalSekitar 5 kilometerMenuju LRT Jabodebek

Sky Bridge untuk Integrasi Antarmoda

Stasiun Bekasi Ekstensi akan dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung perpindahan pengguna ke moda transportasi lain di kawasan tersebut.

Pembangunan proyek dilakukan melalui kolaborasi Summarecon dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya mengembangkan kawasan berbasis transit di Summarecon Bekasi.

Setelah stasiun rampung, perseroan berencana membangun kawasan mixed use yang tersambung dengan transportasi publik. Tahap berikutnya akan mengikuti kebutuhan pasar dan tingkat aktivitas di area transit.

Fungsi Baru untuk Membagi Pergerakan Penumpang

Stasiun Bekasi Ekstensi tidak dirancang menggantikan Stasiun Bekasi yang telah ada. Stasiun baru itu akan melayani penumpang dari kawasan barat dan selatan, sedangkan stasiun eksisting difokuskan bagi warga utara dan timur.

Pembagian tersebut diarahkan untuk mengurangi kepadatan penumpang pada satu lokasi. Dengan layanan yang tersebar, perseroan berharap efisiensi mobilitas dan penggunaan angkutan massal di Bekasi dapat meningkat.

Target Komersial di Tengah Pertumbuhan Penjualan

Summarecon memandang mobilitas tinggi di sekitar kawasan transit sebagai peluang bagi tumbuhnya kegiatan komersial. Adrianto menilai keramaian dan kepadatan di TOD dapat menjadikannya hub masyarakat serta mendorong perkembangan usaha.

Pengembangan ini berlangsung ketika SMRA menargetkan marketing sales Rp5,2 triliun pada tahun buku 2026 dari proyek properti di sembilan kawasan kota terpadu. Pada kuartal I/2026, penjualan properti perseroan mencapai Rp1,2 triliun atau meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga