Leobrian Kokubo menjaga Sint-Truidense VV tetap unggul ketika Cercle Brugge melancarkan tekanan intensif di Stadion Jan Breydel. Bersama dua gol Ryan Merlen, penyelamatan kiper STVV membuat tim tamu menutup babak pertama dengan skor 2-1.
Cercle Brugge lebih aktif dalam menyerang dan berusaha keras mengejar gol kedua. Akan tetapi, sejumlah peluang penting mereka tidak mampu melewati Kokubo.
Kokubo Redam Upaya Tuan Rumah
Kokubo melakukan penyelamatan krusial terhadap peluang yang diperoleh Viggo Martens dan Dante Vanzeir. Intervensi tersebut menjaga STVV tetap berada di depan saat garis pertahanan tim tamu mendapat tekanan.
Cercle Brugge terus menekan hingga pertandingan melewati waktu normal babak pertama. Tiga menit masa tambahan waktu pun tidak menghasilkan gol tambahan bagi tuan rumah.
Performa Kokubo penting karena Cercle Brugge mencatatkan lebih banyak percobaan tembakan. Mereka menghasilkan sembilan tembakan, sementara STVV hanya mencatat lima percobaan sepanjang babak pertama.
| Tim | Skor Babak Pertama | Percobaan Tembakan |
|---|---|---|
| Cercle Brugge | 1 | 9 |
| STVV | 2 | 5 |
Merlen Mengubah Peluang Menjadi Gol
STVV memperoleh awal yang sangat ideal ketika Ryan Merlen mencetak gol pada menit pertama. Ia menyelesaikan umpan dari Ilias Sebaoui untuk membungkam suasana awal di Jan Breydel.
Gol tersebut tidak langsung disahkan karena wasit melakukan pemeriksaan melalui VAR. Setelah peninjauan selesai, gol Merlen dinyatakan sah dan STVV memimpin 1-0.
Cercle Brugge kemudian berusaha mengambil alih permainan melalui serangan yang lebih sering. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-28 saat Steve Ngoura mencetak gol penyama kedudukan.
Ngoura menyundul bola hasil sepak pojok Gary Magnée untuk membawa skor menjadi 1-1. Gol itu memberi tuan rumah peluang untuk membalikkan momentum setelah tertinggal cepat.
Sebaoui Kembali Berperan
Momentum Cercle Brugge tidak bertahan lama karena STVV kembali efektif ketika melancarkan serangan. Sebaoui kembali terlibat dalam skema ofensif yang berakhir dengan gol kedua Merlen pada menit ke-37.
Gol tersebut mengembalikan keunggulan STVV menjadi 2-1. Merlen pun menjadi pencetak seluruh gol tim tamu pada paruh pertama pertandingan.
Peran Sebaoui menonjol karena ia terlibat dalam terciptanya kedua gol STVV. Sementara itu, Merlen menunjukkan ketajaman saat peluang yang diperoleh timnya lebih sedikit daripada lawan.
Babak pertama memperlihatkan dua sisi penting dari keunggulan STVV, yakni efektivitas Merlen di lini depan dan ketenangan Kokubo dalam menghadapi serangan. Cercle Brugge memiliki volume serangan lebih besar, tetapi masih tertinggal satu gol saat jeda pertandingan.






