Telepon Tetap Aktif Saat Gempa Kumamoto, Ini Arahan KBRI Tokyo untuk WNI

KBRI Tokyo meminta warga negara Indonesia di Prefektur Kumamoto menjaga telepon seluler tetap aktif setelah gempa magnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut. WNI juga dianjurkan menghemat baterai agar komunikasi dapat terus berjalan dalam keadaan darurat.

Kesiapan komunikasi menjadi penting karena warga perlu menerima informasi keselamatan dan dapat dihubungi bila diperlukan. KBRI Tokyo mengingatkan keselamatan diri serta keluarga harus didahulukan dalam situasi pascagempa.

Gempa terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.35 waktu setempat. Hingga informasi terakhir, belum ada laporan warga Indonesia yang menjadi korban jiwa di lokasi terdampak.

Jangan Panik dan Ikuti Informasi Resmi

Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengimbau WNI agar tetap tenang. “Kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Prefektur Kumamoto agar tetap tenang dan waspada,” kata Al Aula dalam keterangan tertulis.

WNI diminta memantau perkembangan melalui Japan Meteorological Agency atau JMA dan Pemerintah Jepang. Informasi resmi diperlukan untuk mengetahui kondisi terkini serta arahan keselamatan yang harus dijalankan.

Apabila otoritas setempat mengeluarkan arahan evakuasi, WNI diminta segera mematuhinya. Tindakan yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai kondisi di lingkungan dan wilayah tempat warga berada.

Perwakilan Indonesia Terus Memantau

KBRI Tokyo melakukan pemantauan melalui komunikasi dengan komunitas WNI di Kumamoto dan wilayah sekitar. Koordinasi juga dijalankan bersama otoritas Jepang, khususnya di Prefektur Kumamoto.

KJRI Osaka turut mengikuti perkembangan di daerah terdampak. Perwakilan tersebut berkoordinasi dengan otoritas lokal dan simpul-simpul WNI untuk mengetahui kebutuhan bantuan dengan cepat.

Informasi mengenai kondisi warga dapat berubah seiring perkembangan di lapangan. Karena itu, WNI yang mengetahui ada sesama warga membutuhkan pertolongan diminta segera menyampaikan laporan.

Saluran Bantuan Darurat

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka menyediakan nomor hotline untuk WNI yang terdampak atau memerlukan koordinasi kedaruratan. Hotline tersebut juga dapat digunakan untuk melaporkan keberadaan WNI lain yang membutuhkan bantuan.

PerwakilanKontak Kedaruratan
KBRI Tokyo+81-80-3506-8612
KBRI Tokyo+81-80-4940-7419
KJRI Osaka+81-80-3113-1003

WNI Diminta Tetap Siaga

Belum adanya laporan korban jiwa dari WNI diperoleh melalui koordinasi dengan simpul-simpul warga Indonesia di wilayah terdampak. Pemantauan tetap dilanjutkan agar setiap kebutuhan bantuan dapat segera direspons.

WNI di Kumamoto diimbau tidak mengabaikan pembaruan dari otoritas Jepang meski kondisi personal mereka aman. KBRI Tokyo dan KJRI Osaka akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau situasi gempa.

Baca Juga