KIP Kuliah Menguatkan Langkah Mutiara, Anak Penjual Tahu yang Lolos SNBP ITB

Lolosnya Mutiara Putri Azzahra ke FMIPA ITB tidak berhenti pada kabar penerimaan mahasiswa baru. Ia juga memperoleh KIP Kuliah, bantuan yang menjawab kekhawatiran keluarganya mengenai biaya pendidikan tinggi.

Putri bungsu dari pasangan penjual tahu keliling itu diterima melalui SNBP 2026. Dengan bantuan tersebut, Mutiara dapat melanjutkan langkah sebagai mahasiswa baru ITB pada tahun akademik 2026/2027.

Biaya kuliah sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan besar bagi Mutiara untuk tidak merencanakan pendidikan tinggi. Dalam situasi ekonomi keluarga yang bergantung pada penjualan tahu keliling, bekerja setelah lulus sekolah sempat terasa sebagai pilihan yang lebih memungkinkan.

Penerimaan di Institut Teknologi Bandung kemudian menghadirkan perubahan besar dalam rencana itu. Mutiara berharap kelak dapat lulus tepat waktu, mendapat pekerjaan yang baik, dan membantu memenuhi kebutuhan orang tuanya.

Minat Sains Mengarahkan Pilihan Kampus

Mutiara merupakan siswa SMA Plus Al-Ghifari Bandung yang menunjukkan kesungguhan dalam belajar. Ketekunan tersebut membuatnya masuk dalam daftar siswa yang memenuhi syarat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026.

Guru di sekolahnya mendorong Mutiara agar tidak melewatkan kesempatan mendaftar ke perguruan tinggi. Dorongan itu membuatnya mulai mempertimbangkan peluang kuliah secara lebih serius.

Ia mendiskusikan pilihan kampus dan jurusan bersama ayahnya, Saptono. Ketertarikan pada biologi dan kimia menjadi alasan penting bagi Mutiara untuk memilih bidang ilmu pengetahuan alam.

Saptono kemudian menyarankan ITB sebagai tujuan pendidikan yang sesuai dengan minat putrinya. Mutiara mengajukan pendaftaran dan diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Dalam keterangan di situs ITB, Mutiara mengatakan, “Saya mencoba mendaftar ke ITB dan alhamdulillah diterima.” Ia mengaku tidak menduga dapat lolos karena saat mendaftar hanya berusaha memberikan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Rutinitas Mandiri Tanpa Bimbel

Persiapan Mutiara menuju perguruan tinggi ditempuh tanpa mengikuti bimbingan belajar tambahan. Ia belajar mandiri hingga malam hari dengan bantuan buku panduan dan materi yang diperoleh dari internet, termasuk YouTube.

Saptono melihat kemauan belajar yang kuat pada diri putrinya. Ia lalu membelikan buku panduan untuk mendukung proses belajar Mutiara di rumah.

“Itikad dan kemauan Mutiara sangat kuat. Akhirnya, saya membelikannya buku panduan,” kata Saptono. Dukungan itu hadir di tengah keterbatasan penghasilan keluarga.

Kegiatan Mutiara tidak hanya terpusat pada pelajaran sekolah dan persiapan seleksi. Ia aktif dalam organisasi Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM.

Ia juga mengajar mengaji secara privat untuk anak-anak usia taman kanak-kanak. Aktivitas tersebut tetap dijalani bersamaan dengan upaya mempersiapkan pendidikan lanjutan.

Syukur Keluarga Saat Pengumuman

Menjelang hasil SNBP diumumkan, Saptono mengajak Mutiara untuk memperbanyak doa. Periode itu bertepatan dengan Ramadan dan malam Lailatulqadar.

“Manfaatkan malam Lailatulqadar dan mintalah petunjuk kepada Allah karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya,” ujar Saptono kepada Mutiara. Ketika hasil seleksi keluar, ia mengaku bersyukur dan melakukan sujud syukur.

Bagi Saptono, diterimanya Mutiara di ITB merupakan sesuatu yang dulu sulit dibayangkan keluarga. KIP Kuliah kini memberi ruang bagi Mutiara untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa beban biaya kuliah yang sebelumnya dikhawatirkan.

Baca Juga