Usulan kewarganegaraan ganda dari pemerintah tidak akan dibuka untuk semua orang. Presiden Prabowo Subianto menempatkan talenta dengan keahlian strategis sebagai kelompok yang dapat dipertimbangkan dalam skema terbatas tersebut.
Ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, dan pemain sepak bola profesional termasuk kelompok yang disebut dalam usulan itu. Pemerintah memandang kemampuan mereka dapat memberi sumbangan besar bagi kepentingan nasional.
Kontribusi Menjadi Ukuran Utama
Rancangan kebijakan menekankan kontribusi luar biasa sebagai dasar pemberian status, bukan sekadar fakta bahwa seseorang tinggal atau bekerja di luar negeri. Penerima diharapkan merupakan individu yang memiliki talenta istimewa dan relevansi nyata bagi penguatan kapasitas Indonesia.
Skema tersebut juga akan disertai mekanisme seleksi yang terukur. Pemerintah menyiapkan uji integritas dan kewajiban yang jelas bagi pihak yang nantinya masuk dalam program.
Prabowo menyatakan perlindungan keamanan serta kepentingan negara menjadi bagian dari rancangan kebijakan. “Kebijakan ini akan kita rancang dengan selektif terukur, disertai uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara,” ujarnya.
| Bidang yang Disebut | Contoh Talenta | Pertimbangan Pemerintah |
|---|---|---|
| Ilmu pengetahuan dan teknologi | Ilmuwan, peneliti, ahli kecerdasan buatan, insinyur | Keahlian bagi kemajuan bangsa |
| Layanan dan usaha | Dokter, pengusaha | Kontribusi untuk kepentingan nasional |
| Olahraga dan seni | Atlet, pemain sepak bola profesional, seniman | Talenta istimewa yang dinilai selektif |
Menjaga Ikatan dengan Tanah Air
Usulan ini berangkat dari kondisi banyak diaspora Indonesia yang membangun karier, keluarga, atau pengabdian profesional di negara lain. Sebagian dari mereka disebut perlu mengambil kewarganegaraan asing untuk memenuhi kebutuhan dalam perjalanan hidup dan pekerjaannya.
Pemerintah ingin memberi ruang agar mereka tidak harus memutus hubungan dengan Indonesia ketika mengambil peluang di luar negeri. Prabowo menilai pilihan antara karier global dan kedekatan dengan Tanah Air tidak seharusnya dibebankan kepada talenta terbaik bangsa.
“Kita tidak boleh memaksa talenta terbaik Indonesia memilih antara kesempatan berkarya di dunia dan ikatan mereka kepada Tanah Air,” kata Prabowo. Ia juga menyebut Indonesia memiliki jutaan diaspora, termasuk ilmuwan dengan kemampuan yang menonjol.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 dan penyampaian RUU APBN 2027 di Jakarta pada Jumat (14/8/2026). Forum tersebut menjadi tempat pemerintah menyampaikan arah awal perubahan kebijakan kewarganegaraan.
Perubahan Aturan Menunggu Pembahasan
Pemerintah berencana mengajukan perubahan undang-undang kepada DPR untuk membuka jalan bagi penerapan kewarganegaraan ganda terbatas. Detik.com melaporkan DPR akan membahas dasar hukum yang diperlukan untuk menjalankan skema tersebut.
Proses legislasi akan menentukan bagaimana batas penerima, syarat integritas, dan kewajiban pemegang status itu dirumuskan. Pemerintah belum menggambarkan kebijakan ini sebagai hak yang otomatis diterima oleh diaspora Indonesia.
Prabowo mengajak DPR, DPD, lembaga negara, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat mengawal agenda tersebut. Harapan pemerintah, jejaring dan kemampuan para talenta strategis dapat memperkuat Indonesia tanpa menghilangkan ikatan mereka dengan negara asal.






