Ketergantungan Impor 90% dari Timur Tengah, India Perbesar Produksi LPG

Ketergantungan India pada impor LPG dari Timur Tengah kini menjadi perhatian besar setelah distribusi energi melalui Selat Hormuz terganggu. Sebelum perang AS-Israel dengan Iran menghambat arus bahan bakar, sekitar 90% kebutuhan impor LPG India berasal dari kawasan tersebut.

Untuk menekan risiko kekurangan pasokan, pemerintah India menetapkan target maksimum produksi LPG nasional sebesar 63.810 ton per hari. Sasaran ini berlaku bagi perusahaan pengolahan minyak negara maupun swasta yang memasok kebutuhan domestik.

Target Baru untuk Menjaga Cadangan

Kebijakan itu tidak hanya mengejar peningkatan output harian, tetapi juga diarahkan untuk membangun cadangan pasokan. Pemerintah ingin menjaga ketersediaan LPG di dalam negeri ketika jalur energi penting menghadapi hambatan akibat situasi geopolitik.

Blokade Selat Hormuz telah menghambat distribusi energi sejak Maret. Bagi India, gangguan tersebut berpengaruh besar karena kawasan Timur Tengah sebelumnya menjadi sumber dominan pasokan LPG impor.

Pemerintah federal India menerbitkan ketentuan mengenai target produksi pada 13 Agustus 2026. Menurut laporan Beritasatu.com yang mengutip Reuters, aturan ini menetapkan target nasional sekaligus kontribusi yang diharapkan dari sejumlah perusahaan energi.

Perusahaan yang Didorong Menambah Pasokan

Perusahaan atau kelompokKontribusi yang ditetapkanFokus pasokan
Seluruh perusahaan terkait63.810 ton LPG per hariProduksi maksimum nasional
Reliance Industries Ltd18.000 ton LPG per hariPasar domestik
ONGC, Oil India Ltd, dan Gail India LtdSekitar 10% dari target nasionalKontribusi gabungan

Reliance Industries Ltd ditargetkan memproduksi 18.000 ton LPG per hari untuk pasar domestik. Besarnya target tersebut menjadikan Reliance sebagai salah satu bagian penting dalam strategi peningkatan pasokan dalam negeri.

ONGC, Oil India Ltd, dan Gail India Ltd diharapkan menyumbang sekitar 10% dari keseluruhan target nasional. Ketiga perusahaan itu mewakili unsur eksplorasi migas milik negara dan sektor utilitas gas dalam kebijakan penguatan pasokan ini.

Kapasitas Angkut Tidak Boleh Tertinggal

Setiap perusahaan yang terkait dengan target produksi juga diwajibkan menyediakan infrastruktur penyimpanan dan pengangkutan yang mencukupi. Pemerintah menilai peningkatan volume produksi perlu diikuti kesiapan jalur penyaluran agar LPG dapat sampai ke pasar.

Distribusi dapat dilakukan secara langsung maupun melalui jaringan kereta api dan truk tangki. Kesiapan fasilitas tersebut menjadi syarat penting untuk mendukung pemenuhan jumlah pasokan yang telah ditentukan.

Target produksi akan diperbarui dua kali dalam setahun, yaitu setiap Januari dan Juli. Pemerintah akan mempertimbangkan tambahan produksi baru serta output dari kilang yang telah beroperasi ketika melakukan penyesuaian.

Evaluasi berkala memungkinkan sasaran nasional bergerak mengikuti perkembangan kapasitas pengolahan yang tersedia. Melalui kombinasi produksi domestik, cadangan, dan distribusi, India berupaya memperkuat perlindungan terhadap gangguan pasokan energi dari luar negeri.

Baca Juga