Ketahanan Energi Bertumpu pada Keselamatan, Ini Langkah yang Ditegaskan Pertamina

Ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada besarnya kegiatan bisnis energi, tetapi juga pada keandalan operasi yang dijalankan setiap hari. Pertamina menempatkan penguatan HSSE sebagai fondasi untuk menjaga kegiatan tersebut tetap aman dan konsisten.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan kini menjadi bagian dari sistem besar yang menopang kebutuhan energi nasional. Konsekuensinya, setiap peningkatan target operasional perlu diimbangi dengan penguatan disiplin keselamatan.

“Ketika kita berbicara tentang Pertamina hari ini, kita berbicara tentang sebuah sistem besar yang menopang ketahanan energi nasional,” ujar Simon. Ia menyatakan fondasi yang harus semakin kokoh saat target meningkat adalah HSSE.

Ekspansi Membawa Ruang Risiko yang Lebih Luas

Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE dipahami sebagai sistem untuk memastikan seluruh kegiatan operasi berjalan aman, andal, dan konsisten. Perannya semakin penting ketika perusahaan menghadapi perkembangan operasional, pemanfaatan teknologi, dan ekspansi bisnis.

Pertumbuhan kegiatan berarti ruang potensi risiko juga melebar. Karena itu, Pertamina menekankan perlunya langkah antisipatif sebelum risiko berkembang menjadi gangguan terhadap operasi.

Simon menyebut kinerja HSSE sepanjang tahun ini berada dalam tren positif. Namun, ia mengingatkan hasil itu bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan maupun disiplin kerja.

“Dalam HSSE, capaian yang baik tidak boleh menimbulkan rasa lengah. Risiko selalu ada, sehingga disiplin dan kewaspadaan harus terus diperkuat,” kata Simon.

Fokus Penguatan di Lingkungan Pertamina

PihakPerhatian UtamaLangkah
Simon Aloysius MantiriKeandalan operasiMemperkuat disiplin dan kewaspadaan HSSE
Mochamad IriawanNilai keselamatanMeningkatkan kompetensi pekerja
Pemimpin lapanganRisiko kerjaMemantau dan menghentikan kerja berbahaya

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menilai keselamatan harus menjadi nilai utama pada semua kegiatan perusahaan. Untuk itu, pekerja didorong memperoleh pembinaan berkelanjutan, pelatihan, dan sertifikasi.

Iriawan juga menekankan visible leadership atau kehadiran langsung pemimpin di lapangan. Langkah itu diperlukan agar pemimpin dapat mengawasi pekerjaan, berdialog dengan pekerja, dan menemukan potensi risiko lebih awal.

Ia meminta pemimpin memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan aman serta berani menghentikan aktivitas yang berisiko. Penekanan ini menunjukkan bahwa kewenangan menghentikan pekerjaan menjadi bagian penting dari pencegahan insiden.

Jambore Menyatukan Kesiapan Operasional

Komitmen penguatan keselamatan tersebut mengemuka pada pembukaan HSSE Jambore I Tahun 2026. Acara bertema Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance itu digelar di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang, Kamis (23/7).

Menurut CNN Indonesia, kegiatan itu menjadi ruang bagi Pertamina Group untuk menyelaraskan standar keselamatan dan meningkatkan kompetensi pekerja. Forum tersebut juga diarahkan untuk memastikan kesiapan operasi di seluruh lini bisnis.

Pesan “eling lan waspodo” yang disampaikan Simon merangkum arah penguatan tersebut. Keselamatan diposisikan sebagai kebiasaan kerja dan dasar pengambilan keputusan untuk menjaga operasi Pertamina tetap andal di tengah tantangan yang bertambah.

Baca Juga