Gelombang panas di Eropa menimbulkan kerugian output ekonomi sebesar €43 miliar pada musim panas tahun lalu, menurut perkiraan Moody’s. Nilai pembayaran klaim yang diasuransikan hanya sekitar €500 juta, menunjukkan kesenjangan perlindungan yang besar.
Selisih antara kerugian ekonomi dan nilai klaim memperlihatkan bahwa panas ekstrem belum menjadi risiko yang banyak ditanggung asuransi. Dampaknya dapat mengganggu kegiatan usaha secara serius meski tidak selalu menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kerugian output ekonomi | €43 miliar | Eropa pada musim panas tahun lalu |
| Pembayaran klaim diasuransikan | Sekitar €500 juta | Dampak gelombang panas di Eropa |
| Usaha yang disurvei | Sekitar 600 | Padua dan wilayah provinsinya |
| Usaha yang mengalami penurunan omzet | Lebih dari 80% | Sektor perhotelan |
| Penurunan omzet | Sekitar 20% | Gelombang panas terbaru |
Gangguan Tanpa Kerusakan Fisik
Swenja Surminski dari Climate and Sustainability Marsh menyatakan Asuransi Gangguan Usaha belum secara tradisional menanggung panas ekstrem dalam skala besar. Risiko tersebut berbeda dari banjir dan badai yang umumnya meninggalkan kerusakan fisik lebih mudah dihitung.
“Panas ekstrem jarang menyebabkan kerusakan fisik besar seperti banjir atau badai, tetapi gangguan operasional dan keuangan yang ditimbulkannya dapat sama parahnya,” kata Surminski. Gangguan itu dapat muncul melalui produktivitas yang menurun, konsumsi yang melemah, dan biaya operasional yang meningkat.
Contoh dampak langsung terlihat di Padua, Italia, ketika suhu tinggi mengubah kebiasaan pelanggan restoran dan hotel. Teras yang biasanya menjadi ruang penjualan justru tidak digunakan pada waktu sore akibat panas di luar ruangan.
Teras Padua Kehilangan Pengunjung
Survei terhadap sekitar 600 pelaku Usaha Perhotelan Padua di kota dan wilayah provinsinya mencatat lebih dari 80% responden mengalami penurunan omzet. Besaran penurunan yang dilaporkan mencapai sekitar 20% selama gelombang panas terbaru.
Federica Luni, Presiden APPE Padova, mengatakan angka tersebut sudah cukup untuk menghapus margin yang dimiliki bisnis. Tekanan pendapatan muncul saat pelanggan memilih ruangan berpendingin udara ketimbang duduk di area terbuka.
“Yang berarti area tempat duduk di luar ruangan, teras, ruang di luar menjadi tidak bisa digunakan dan kosong,” kata Luni, dikutip Beritasatu dari Reuters. Kondisi itu membuat kapasitas luar ruangan tidak dapat digunakan secara optimal pada jam kunjungan yang biasanya penting.
Aperitivo Bergeser ke Malam Hari
Perubahan paling terlihat terjadi pada Gelombang Panas Eropa yang memengaruhi tradisi aperitivo di Padua. Kegiatan minum bersama menjelang makan malam yang telah berlangsung lebih dari satu abad itu biasanya ramai sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 waktu setempat.
Kini, waktu aperitivo bergeser lebih larut karena masyarakat berusaha menghindari panas. Perubahan kecil pada jadwal pelanggan itu membawa konsekuensi besar bagi restoran yang mengandalkan teras pada sore hari.
Kasus Padua memperlihatkan bagaimana suhu ekstrem dapat memengaruhi pendapatan tanpa merusak fasilitas secara langsung. Saat ruang luar kosong dan jam ramai berpindah, gangguan terhadap arus penjualan dapat terjadi seketika.






