Kementerian Sosial menyiapkan bantuan logistik sekitar Rp 4,52 miliar untuk menangani dampak Gempa NTT berkekuatan M 7,7. Bantuan itu dibutuhkan ketika 51 warga dilaporkan meninggal dunia, 110 orang terluka, dan lebih dari 5.000 warga masih mengungsi.
Fokus penanganan diarahkan pada ketersediaan pangan, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan dasar bagi para pengungsi. Kemensos juga menyiapkan santunan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.
Gambaran Penanganan Darurat
| Komponen | Jumlah atau Nilai |
|---|---|
| Korban meninggal dunia | 51 orang |
| Korban luka-luka | 110 orang |
| Warga di pengungsian | Lebih dari 5.000 orang |
| Santunan ahli waris | Rp 15 juta per korban |
| Nilai bantuan logistik | Sekitar Rp 4,52 miliar |
Data korban tersebut dihimpun dari laporan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Minggu pukul 09.00 Wita. Angka itu menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan respons darurat di wilayah terdampak.
Logistik yang disiapkan mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, dan perlengkapan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sebanyak 48 ton beras reguler juga ditambahkan untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat.
Jalur Bantuan dan Belanja Langsung
Mobilisasi Bantuan Kemensos dilakukan melalui Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi. Dua titik di NTT menjadi lokasi utama pergerakan bantuan menuju daerah yang membutuhkan.
Distribusi dari Kupang sempat menghadapi kendala akibat gelombang laut tinggi. Situasi ini membuat pengiriman melalui jalur yang tersedia tidak selalu dapat dilakukan secepat kebutuhan di lapangan.
Kemensos menerapkan skema belanja langsung di wilayah bencana untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan diskresi ini, pangan dan perlengkapan pengungsian dapat disediakan tanpa harus menunggu semua pasokan dari gudang pusat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kemensos terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT. Penyaluran bantuan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan unsur terkait.
Santunan untuk Ahli Waris
Selain bantuan kebutuhan darurat, ahli waris korban meninggal akan menerima Rp 15 juta untuk setiap korban. Santunan itu diberikan sebagai tali asih kepada keluarga yang terdampak kehilangan.
“Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta untuk setiap korban meninggal dunia,” ujar Agus. Pemerintah daerah dan dinas sosial diminta mempercepat pendataan agar penyaluran Santunan Korban Jiwa dapat dilakukan.
Penanganan di lapangan diperkuat oleh Taruna Siaga Bencana dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana. Personel tersebut membantu evakuasi, mendirikan dapur umum lapangan, serta mendampingi warga selama masa tanggap darurat Gempa NTT.






