Informasi mengenai jejak telepon seluler di kawasan Puri Jimbaran serta dugaan perjalanan ke Malaysia masih diverifikasi polisi dalam kasus Jesslyn Wijaya. Kedua keterangan itu belum dapat dipastikan karena penyelidikan dugaan penculikan masih berlangsung.
Polres Metro Jakarta Pusat kini menelaah bukti digital, rekaman CCTV, dan keterangan saksi. Polisi belum memberikan kepastian mengenai keberadaan atlet golf tersebut.
Kabar Perjalanan Belum Terverifikasi
Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengatakan pihak pelapor menerima informasi bahwa korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Ia menegaskan informasi tersebut tetap memerlukan pendalaman oleh penyidik.
Pihak pelapor juga memperoleh keterangan bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi di Puri Jimbaran. Validitas lokasi perangkat itu belum dipastikan dalam proses penyelidikan.
Keluarga dan teman korban disebut tidak dapat menghubungi Jesslyn Wijaya sejak peristiwa yang dilaporkan terjadi. Telepon seluler yang diduga digunakan korban juga dilaporkan tidak bisa diakses.
Polisi Kumpulkan Bukti dari Lokasi
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan penyidik terus mengumpulkan bahan untuk menguji laporan tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi dan menelusuri beberapa tempat yang diduga terkait dengan keberadaan korban.
Pemeriksaan mencakup rekaman CCTV di lokasi, saksi-saksi, rumah korban, dan keterangan orang tua korban. “Termasuk memeriksa CCTV di lokasi, saksi-saksi termasuk rumah dari pada korban dan orang tua korban,” kata Roby.
| Unsur perkara | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi dilaporkan | Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat |
| Waktu dilaporkan | 13 Juli 2026, sekitar 19.45 WIB |
| Pelapor | NA, teman korban |
| Orang yang disebut terlibat | Lima orang |
| Registrasi laporan | LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA |
Dugaan Dibawa dari Restoran
Laporan polisi dibuat oleh NA selaku teman korban. Roby membenarkan bahwa laporan tersebut diterima kepolisian dan memuat dugaan penculikan terhadap korban yang dicatat dengan inisial JW.
Dalam laporan itu, lima orang disebut mendatangi korban sebelum ia diduga dibawa pergi dari restoran. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.
Andi menyebut dugaan kejadian berlangsung sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai. Berdasarkan keterangan saksi yang diperoleh pihak pelapor, mata korban diduga ditutup sebelum dibawa oleh dua pria bertubuh besar.
Saksi Menyebut Mobil Hitam
Dua pria itu disebut mengarahkan korban ke sebuah mobil berwarna hitam. Korban dilaporkan sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar, tetapi kemudian kembali dimasukkan ke kendaraan itu.
Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari rangkaian informasi yang diperiksa penyidik. Polisi belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan terhadap CCTV maupun saksi-saksi.
Andi meminta Polres Metro Jakarta Pusat menangani perkara ini secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Fokus penyelidikan tetap pada bukti digital, rekaman CCTV, dan kesaksian untuk memastikan kronologi yang dilaporkan.






