Putusnya jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Pulau Flores menghambat koordinasi evakuasi setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Di tengah kendala tersebut, sedikitnya 14 warga dilaporkan meninggal dunia.
Kepolisian menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam penanganan darurat. Aparat juga menyiapkan posko bantuan dan tempat pengungsian bagi warga yang meninggalkan rumahnya.
Koordinasi di Flores Belum Maksimal
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko memerintahkan seluruh Kapolres di daerah terdampak untuk mengutamakan evakuasi warga. Para petugas diminta membantu pencarian korban dan membangun posko di kawasan yang aman.
Menurut Rudi, pendataan kerusakan fisik belum berjalan maksimal karena jaringan komunikasi terputus di beberapa titik. Komunikasi dengan jajaran kepolisian di daratan Flores juga masih sulit dilakukan.
Seluruh personel kepolisian di Pulau Flores dilaporkan selamat dan tetap disiagakan untuk melayani kebutuhan darurat. Rudi menyatakan upaya penyelamatan warga terus dilakukan di wilayah terdampak.
“Yang utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kita terus melakukan evakuasi, membantu masyarakat dan mencari korban,” kata Rudi Darmoko. Rencana kunjungan Kapolda NTT ke lokasi juga tertunda karena akses udara belum memungkinkan.
Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB masih mengumpulkan dan memvalidasi data dampak gempa. Korban meninggal tercatat berada di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
| Wilayah | Korban Meninggal | Kondisi Korban Lain |
|---|---|---|
| Sikka | 3 orang | 2 luka berat dan 11 luka ringan |
| Manggarai | 6 orang | |
| Manggarai Timur | 5 orang |
Data korban luka tersebut tercatat hingga Sabtu pukul 12.30 WIB. BNPB menegaskan angka dampak masih dapat berubah seiring berlanjutnya pendataan di lapangan.
Kerusakan bangunan mencakup 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, yakni lima fasilitas kesehatan, satu sekolah, satu gudang Bulog, tiga tempat ibadah, dan enam kantor pemerintah.
Sekitar 2.000 warga mengungsi setelah merasakan guncangan kuat. Sebagian warga juga meninggalkan rumah saat peringatan dini tsunami diberlakukan setelah gempa utama.
Peringatan Tsunami Berakhir, Susulan Berlanjut
BMKG Stasiun Geofisika Kupang mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 08.30 WITA. Peringatan tersebut berlaku selama dua jam 31 menit.
Hingga pukul 10.00 WITA, BMKG mencatat 111 kali gempa susulan di wilayah itu. Masyarakat diminta berada di lokasi aman dan menghindari area yang berisiko terkena guncangan.
Penerbangan Menuju Flores Ikut Terdampak
Dampak gempa juga dirasakan pada layanan penerbangan dari Bandara Internasional El Tari Kupang menuju Flores. Operasional Bandara El Tari Kupang tetap normal, tetapi kondisi bandara tujuan menjadi penentu keberangkatan penerbangan.
| Tujuan | Status Penerbangan | Rincian |
|---|---|---|
| Ende | Dibatalkan | Wings Air IW 1831 dan IW 1957, 126 penumpang gagal berangkat |
| Ruteng | Dalam koordinasi | Menunggu kesiapan bandara tujuan |
| Bajawa | Dalam koordinasi | Status operasional masih dipastikan |
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Teguh Darmawan Saiman mengatakan penerbangan menuju Ruteng dan Ende masih dikoordinasikan dengan bandar udara tujuan. Kesiapan fasilitas di tujuan dapat berujung pada pembatalan penerbangan oleh maskapai.
Penanganan darurat kini berjalan sambil menunggu pemulihan komunikasi dan pendataan dampak yang lebih lengkap. Warga terdampak diarahkan memanfaatkan posko bantuan serta tetap mengikuti langkah keselamatan di lokasi pengungsian.






