Pengaitan IU dengan tragedi Sewol, Itaewon, serta kematian Sulli, Jonghyun, dan Goo Hara menjadi bagian dari unggahan yang kini dipersoalkan secara hukum. Tim hukum IU membawa perkara identifikasi akun Threads anonim itu ke pengadilan federal Amerika Serikat.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh data dari Meta, perusahaan yang mengoperasikan Threads. Informasi itu diperlukan agar proses dugaan pencemaran nama baik di Korea Selatan dapat dilanjutkan terhadap pihak yang identitasnya belum diketahui.
Narasi tentang Artis Mendiang dan Tragedi
Dalam dokumen pengadilan, tim IU menyoroti video yang menggunakan foto Sulli, Jonghyun, dan Goo Hara dengan tema dugaan eksploitasi selebritas yang telah meninggal. Karena ketiganya dikenal sebagai sahabat IU, cara penyajian itu dinilai berupaya menciptakan hubungan yang tidak berdasar antara IU dan kematian mereka.
Akun yang dipermasalahkan juga diduga mengaitkan lagu Strawberry Moon dengan tragedi kerumunan mematikan di Itaewon. Lagu Ah Puh turut dituduh sengaja dibuat untuk mengejek tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol, yang dibantah tegas oleh pihak IU.
Tuduhan terhadap agensi IU pun masuk dalam dokumen tersebut. Agensi itu disebut dituduh mengendalikan media demi melindungi artisnya, bahkan dibandingkan dengan Partai Komunis Tiongkok tanpa bukti valid menurut tim IU.
Rincian Konten yang Dipermasalahkan
Tim hukum IU menyatakan satu akun Threads mengunggah sedikitnya 52 konten dalam periode Maret hingga Oktober 2025. Konten tersebut dikelompokkan dalam enam jenis tuduhan yang dianggap menunjukkan pola penyebaran informasi palsu.
| Kategori | Narasi yang Dipersoalkan | Posisi Tim IU |
|---|---|---|
| Plagiarisme | IU disebut menjiplak karya musisi lain | Pernah terbantahkan dalam perkara sebelumnya |
| China | Rumor donasi, kosmetik, etnis, dan bahasa | Tidak berdasar fakta |
| Pasar internasional | IU disebut tidak populer secara global | Dibantah dengan data performa |
| Artis mendiang | Pengaitan dengan Sulli, Jonghyun, Goo Hara | Narasi tanpa dasar |
| Media | Agensi dituduh membentuk opini publik | Tanpa bukti valid |
| Tragedi | Lagu dikaitkan dengan Itaewon dan Sewol | Disebut rekayasa jahat |
Isu plagiarisme disebut telah memperoleh putusan di Korea Selatan pada 2024. Dalam perkara sebelumnya, pengunggah tuduhan diwajibkan membayar ganti rugi 30 juta won Korea Selatan atau sekitar US$ 22.000.
Dokumen itu turut membantah klaim bahwa IU tidak memiliki daya tarik di luar Korea Selatan. Tim hukum menyerahkan statistik layanan streaming dan indikator performa global untuk menanggapi narasi mengenai drama When Life Gives You Tangerines.
Jalur Hukum untuk Mengungkap Pemilik Akun
Menurut Dispatch yang dikutip Beritasatu.com, permohonan diajukan pada 15 Juli ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California. Tim hukum IU memanfaatkan 28 U.S.C. § 1782, ketentuan yang dapat digunakan untuk meminta bukti bagi perkara hukum di negara lain.
Akun target disebut sebagai A dan menggunakan nama pengguna @7hy*jin. Kuasa hukum IU meminta Meta menyerahkan data pelanggan berupa nama, alamat, nomor telepon, alamat email, serta alamat IP akses akun.
Permintaan ini bukan penetapan bersalah terhadap pemilik akun karena identitasnya sendiri belum dipastikan. Tujuannya adalah memperoleh petunjuk yang memungkinkan perkara di Korea Selatan berjalan terhadap pihak yang benar.
IU dan EDAM Entertainment selama ini menyatakan tidak menoleransi komentar jahat, fitnah, serta informasi palsu di internet. Pihak agensi menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar tuduhan yang terbukti merugikan IU, termasuk dari luar Korea Selatan.






