Di Tengah Serangan Balasan, Iran dan Oman Dorong Deeskalasi di Selat Hormuz

Iran dan Oman mendorong deeskalasi di Selat Hormuz ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat. Pembicaraan keduanya menyoroti keselamatan kapal komersial di tengah rangkaian serangan dan tuduhan pelanggaran gencatan senjata.

Jalur diplomasi itu berlangsung saat keamanan pelayaran di Teluk Persia menjadi salah satu isu utama dalam pertentangan kedua pihak. Iran dan Oman memandang kerja sama regional diperlukan untuk mencegah ketegangan meluas.

Fokus pada Keselamatan Pelayaran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi berbicara melalui telepon pada Jumat, 24/7. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan keduanya membahas perkembangan kawasan serta keamanan navigasi.

Pembahasan itu secara khusus mencakup pelayaran kapal dagang melalui Selat Hormuz dan Teluk Persia. Kedua menteri juga membicarakan langkah untuk menjaga stabilitas serta mendukung perdamaian kawasan.

Melalui Telegram, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut, “Mereka membahas perkembangan terbaru di kawasan, keamanan navigasi, serta pelayaran kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz dan Teluk Persia.” Tidak ada penjelasan mengenai langkah konkret yang disetujui dalam komunikasi tersebut.

TanggalPeristiwa UtamaPosisi Selat Hormuz
28 FebruariKonflik Iran dan Amerika Serikat dimulaiBelum disebut sebagai pokok kesepakatan.
18 JuniNota kesepahaman penghentian konflik ditandatanganiKetegangan sempat diatur melalui kesepakatan.
8 JuliGencatan senjata dipersoalkan kembaliKeamanan kapal dagang menjadi bagian perselisihan.
24/7Iran dan Oman menggelar pembicaraanNavigasi dan deeskalasi dibahas langsung.

Serangan dan Saling Tuduh

Ketegangan terbaru berhubungan dengan status nota kesepahaman yang ditandatangani Teheran dan Washington pada malam 18 Juni. Kesepakatan itu mengatur penghentian konflik yang disebut telah dimulai pada 28 Februari.

Pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Militer Amerika Serikat kemudian melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu menempatkan keamanan pelayaran sebagai bagian langsung dari konflik kedua negara.

Iran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Peran Oman dalam Upaya Menahan Ketegangan

Pembicaraan Araghchi dan Al Busaidi menunjukkan diplomasi tetap berjalan meski ketegangan militer meningkat. Oman dan Iran menekankan perlunya mencegah perkembangan yang dapat memperburuk situasi regional.

VIVA.co.id melaporkan, dengan mengutip Sputnik pada Sabtu, 25 Juli 2026, bahwa keterangan mengenai percakapan itu berasal dari Kementerian Luar Negeri Iran. Laporan tersebut tidak menyebut adanya pertemuan lanjutan atau hasil kesepakatan operasional.

Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial karena kapal komersial yang melintas di sana berada dalam perhatian kedua pihak yang berkonflik. Penekanan Iran dan Oman pada navigasi aman memperlihatkan bahwa deeskalasi maritim menjadi bagian penting dari upaya meredakan ketegangan.

Baca Juga