Jetour menyiapkan investasi senilai 841 juta ringgit Malaysia untuk memperkuat perannya di negara tersebut. Investasi itu mencakup manufaktur, penelitian dan pengembangan, serta penguatan jaringan bisnis.
Melalui langkah itu, Malaysia tidak hanya diposisikan sebagai pasar penjualan kendaraan. Jetour ingin menjadikannya pusat ekspor dan pengembangan produk untuk kawasan Asia Pasifik.
Target Komponen Lokal di Atas 40 Persen
Pengembangan kegiatan manufaktur dan bisnis di Malaysia juga diarahkan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal. Jetour menargetkan tingkat kandungan lokal dapat melampaui 40 persen.
Rencana tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 3.200 lapangan kerja. Angka ini menunjukkan skala pengembangan yang disiapkan perusahaan melalui basis industrinya di Malaysia.
Untuk menopang kegiatan produksi, Jetour akan memiliki fasilitas CKD baru di Chery Smart Auto Park, Lembah Beringin. Fasilitas itu dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Meski berada di kawasan yang sama, fasilitas Jetour akan terpisah dari Chery Corporate Malaysia. Jetour sebelumnya telah menunjuk Berjaya Assembly sebagai mitra perakitan CKD pada April 2025.
Produksi Lokal untuk Pasar Regional
Seluruh kendaraan Jetour yang saat ini dipasarkan di Malaysia disebut sudah dirakit secara lokal. Lini tersebut mencakup empat model yang menjadi basis produksi perusahaan di negara itu.
| Model Jetour | Status di Malaysia |
|---|---|
| Dashing | Dirakit secara lokal |
| VT9 | Dirakit secara lokal |
| T1 | Dirakit secara lokal |
| T2 | Dirakit secara lokal |
Basis perakitan lokal ini akan menjadi fondasi pengiriman kendaraan dari Malaysia ke berbagai negara. Strategi ekspor tersebut dirancang untuk menjangkau pasar dengan konfigurasi setir kanan maupun setir kiri.
Brunei Darussalam dan Afrika Selatan menjadi tujuan pertama dalam tahapan ekspor. Setelah itu, Jetour merencanakan perluasan jangkauan ke Thailand, Selandia Baru, Australia, Vietnam, dan Meksiko.
| Tahap Ekspansi | Pasar Tujuan |
|---|---|
| Awal | Brunei Darussalam dan Afrika Selatan |
| Jangka panjang | Thailand, Selandia Baru, Australia, Vietnam, dan Meksiko |
Pusat R&D untuk Kebutuhan Berbeda
Selain memproduksi kendaraan, Malaysia akan menjadi pusat R&D Jetour untuk Asia Pasifik. Pusat ini akan menerima masukan pasar dari Indonesia, Afrika Selatan, Thailand, dan Australia.
Masukan tersebut akan dipakai untuk mempertimbangkan kondisi jalan, selera konsumen, dan kebutuhan spesifik di setiap negara. Pendekatan itu ditujukan agar pengembangan kendaraan lebih sesuai dengan karakter pasar tujuan.
Jetour menyediakan pilihan teknologi penggerak berupa mesin pembakaran internal atau ICE, PHEV, serta BEV. Portofolio itu memberi ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan regional yang berbeda.
Rencana Malaysia sebagai hub regional kembali disampaikan ketika Jetour meluncurkan Jetour T1. Liputan6.com yang mengutip paultan menyebut strategi ini melanjutkan rencana investasi yang sebelumnya telah diumumkan perusahaan.






